Doa Iringi Persemayaman Air Suci Untuk Upacara Waisak

?

MAGELANG – Air suci Waisak 2017 yang diambil dari Umbul Jumprit kabupaten Temanggung, disemayamkan di Candi Mendut Kabupaten Magelang, Senin (8/5) sore. Air yang sudah didoakan oleh para bhiksu itu di terima oleh Ketua umum Walubi, Siti Hartati Murdaya, yang selanjutnya diserahkan kepada Wakil Widyakasaba Walubi Biksu Wongsin Labiko Mahatera.

 Air suci selanjutnya di bawa menuju ke altar dengan patung Budha berukuran besar. Di altar yang dibuat bersebelahan dengan candi Mendut,  banyak terdapat buah-buahan dan bunga, nyala api lilin dan rangkaian janur yang di tata dengana indah. Setelah disemayamkan, para bhiku kemudian mendoakan agar air itu menjadi berkah.

Biksu Wongsin  mengatakan, air dari umbul Jumprit sejak  jaman dulu menjadi air yang pantas untuk didoakan oleh para rohaniawan, untuk dijadikan air parita suci untuk dipuja di candi Borobudur, pada besok dan lusa.

Usai disemayamkan, para bhiku dari masing-masing sangha seperti Theravada dan Mahayana serta sangha lainnya membaca paritta di depan altar secara khusuk.

Umat yang juga datang ikut pula berdoa di belakang para bhiku. Mereka nampak khusuk berdoa mengikuti paritta yang diucapkan para bhiku.

Menjelang matahari tenggelam di ufuk barat, air suci yang diwadahi dengan kendi dibawa para bhiku. Mereka kemudian membawa kendi-kendi itu mengelilingi candi Mendut atau pradaksina sebanyak tiga kali. Selanjutnya, kendi berisi air suci di semayamkan di Candi Mendut. Turut serta melakukan pradaksina, Ketua Umum walubi Hartati Murdaya, diikuti umat yang membawa umbul-umbul warna-warni.

Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya mengatakan, dalam pandangan spiritual, air merupakan  lambang kesejukan, rendah hati dan merupakan  kesuburan serta kekuatan. Bahkan sifat-sifat alami daripada air, digunakan media pemberkahan dan mengusir mahluk mahluk jahat.

Hartati menyebutkan, tema waisak 2561/2017 adalah “Tingkatkan  Kesadaran Menjadi kebijaksanaan dan Sub Tema “Kembangkan hati Budha dan potensi Ke-Budhaan.

Besok Selasa (9/5) akan dilaksanakan persemayaman api abadi yang diambil dari Mrapen Grobogan. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

30 − = 29

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.