DLH Ambil Sampel Udara Pabrik Pengolahan Limbah di Margasari

Hasil sampel yang diambil nanti akan diikat dengan regen pereaksi, untuk kemudian diperiksa di laboratorium dan diserahkan ke BP2LH Jateng

TEGAL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal, Rabu (16/1/2019) siang mulai memasang Gas Sampler Impinger dan Partikulat PM 10 alat untuk mengambil sampel udara serta debu di pabrik pengolahan limbah, PT Angkasa Tunggal Selaras Nugraha (ATSN).

Petugas Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tegal melakukan pengambilan sampel udara dan debu di pabrik pengolahan limbah B3, Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari. Foto : metrojateng.com/ adithya

Pengecekan udara tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti aksi warga dan Bupati Tegal, Umi Azizah, Selasa (15/1) sore. Warga Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari mengeluhkan pencemaran lingkungan yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Kepala UPTD Laboratorium DLH Kabupaten Tegal, Eni Kusrini menyebutkan, pemeriksaan ini dilakukan sesuai instruksi Bupati Tegal. Adapun hasil sampel yang diambil nanti akan diikat dengan regen pereaksi, untuk kemudian diperiksa di laboratorium dan diserahkan ke Balai Pengujian dan Laboratorium Lingkungan Hidup (BP2LH) Provinsi Jawa Tengah.

“Hari ini ada empat lokasi yang diambil sampel udara serta debunya. Sedangkan sampel air ada di enam lokasi,” ujar Eni disela pemeriksaan.

Selain udara dan debu, lanjut Eni, pihaknya juga memeriksa kandungan air di pabrik pengolahan limbah. Adapun pemeriksaan menggunakan alat spektro dengan tujuan untuk mengetahui kandungan logam berat.

“Hasil laboratorium bisa diketahui kurang lebih satu minggu,” bebernya.

BACA JUGA: Bupati Tegal Gerebek Pabrik Pengolah Limbah B3

Sementara itu, salah satu pekerja PT ATSN, Tournauli menyebutkan, untuk saat ini segala aktivitas di pabrik dihentikan hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Pihaknya mengaku akan mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Tegal.

Saat disinggung permasalahan izin, Tournauli menyebut dokumen perizinan pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) lengkap dan sudah memenuhi persyaratan.

“Produksi vakum dulu, belum tahu juga sampai kapan. Kalau izin, kita sudah mengantongi,” tegasnya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.