Diundang Syukuran, Pelajar Tewas Dikeroyok 22 Seniornya

image
Galih Masrukhi siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Kota Tegal menjadi korban kekerasan seniornya pada Juni lalu. Foto : Metrojateng/dok

SLAWI – Sebanyak 13 pelajar Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Kota Tegal, menjalani sidang perdana secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Slawi, Senin (18/8). Mereka didakwa terlibat penganiayaan yang menyebabkan juniornya, Galih Masrukhi (16) tewas pada Juni lalu.

Berdasarkan pantauan di PN, para terdakwa hanya didampingi penasehat hukum, Suskoco dan satu orang tua. Sedangkan sejumlah kerabat terdakwa yang hadir tidak diperbolehkan memasuki ruangan sidang.?Adapun para terdakwa tersebut berinial PR,RDS, WP, ES, H, HM, TT, DI, WDA, FAS, IR, HH dan AM.

Sidang perdana yang dipimpin hakim Chondro Wiwoho dengan anggota majelis Dewi Sulistiarsih dan Sony Nugraha, beragendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, M Taufik.

Dakwaan kepada para tersangka?di antaranya yaitu pasal 170 ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman penjara maksimum 10 tahun dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berencana dengan ancaman 7 tahun penjara.

?Para terdakwa masih tercatat sebagai pelajar aktif di sekolah. Adapun, sidang berikutnya akan digelar pada Rabu (20/8) mendatang,? kata Suskoco.

Jaksa penuntut yang juga Kasi Pidum Kejari Slawi, M Taufik mengatakan, selain 13 terdakwa tersebut, masih ada sembilan terdakwa lain yang berkas perkaranya akan disidangkan secara terpisah.

Sembilan pelajar lain yang belum disidangkan tergolong usia dewasa, sehingga perlakuannya berbeda dengan 13 pelajar yang disidang hari ini (kemarin-red). Berkas perkara sembilan pelajar tersebut sudah masuk ke PN dan tinggal menunggu penetapan waktu persidangan.

Diberitakan sebelumnya, Galih menghembuskan napas terakhir dengan luka lebam di dadanya akibat pukulan para seniornya. Peristiwa itu terjadi saat Galih dan rekannya kelas 1 diundang acara syukuran oleh kakak kelasnya itu pada 22 Juni silam.

Dalam acara tersebut, siswa kelas 1 disuruh berdiri berjejer dan dipukuli satu per satu oleh siswa kelas 2. Galih yang beralamat di Desa Sigentong Warureja, tumbang karena tak kuasa menahan pukulan. (MJ-10)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

84 − 81 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.