Dituduh Penculik Anak, Pria di Weleri Tewas Dikeroyok

Kematian korban dikarenakan mengalami patah tulang tengkuk akibat hantaman benda tumpul

KENDAL – Isu penculikan anak yang merebak di media sosial memakan korban jiwa. Ahmad Fauzi Muslih (38) yang diketahui mengalami gangguan jiwa, tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di Dukuh Sinom Desa Karanganom Kecamatan Weleri Kendal.

Tiga pelaku pengeroyokan yang menewaskan Ahmad Fauzi diamankan di Mapolsek Weleri. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Pengeroyokan terjadi pada akhir pekan lalu. Warga yang resah dengan isu berita penculikan anak, mencurigai Ahmad Fauzi yang terlihat mondar-mandir di depan rumah warga.

Warga kemudian mencoba bertanya, namun korban yang mengalami gangguan jiwa ini kabur dan dikejar warga. Ahmad Fauzi jadi bulan-bulanan warga.

Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban lantas melaporkan kejadian ini ke polisi dan berdasarkan pengembangan penyelidikan, tiga orang berhasil diamankan.

Ketiganya yakni, Ahmad Wahib alias Wahuk, Muhamad Imron alias Gayik dan Adib Saputro ketiganya warga Weleri .

Salah satu pelaku, Ahmad Wahib menuturkan, berita penculikan anak ramai di media sosial. Ia pun terpancing dan terpengaruh berita yang belum jelas ini hingga akhirnya ikut mengeroyok korban.

Dikatakan, jumlah warga saat itu banyak dan ramai-ramai memukul korban dengan kayu dan batu. “Warga Dukuh Sinom dan Dukuh Kenayan tidak ada yang kenal. Kami curiga karena saat ditanyain dirinya malah lari. Kami kejar dan kami tangkap untuk dibawa ke pak RT,” jelas Wahib di Mapolsek Weleri, Senin (5/11/2018).

Namun kala itu, ketua RT sedang tidak ada di rumah. Saat warga lengah, korban pun mencoba melarikan diri. Tapi pelariannya berakhir setelah dia dihantam menggunakan sebatang bambu hingga tersungkur.

“Waktu itu kondisinya ramai dan banyak warga juga yang meneriakkan maling, jadi yang ngeroyok tidak sedikit,” pungkasnya

Kapolsek Weleri AKP Abdullah Umar mengatakan, setelah dikeroyok korban berjalan pulang sendiri dengan kondisi penuh luka dan memar. Setiba di rumah keluarga korban membawanya ke rumah sakit dan mendapatkan rawat jalan.

Namun keesokan harinya kondisi korban memburuk dan meninggal dunia. “Dari hasil autopsi, kematian korban dikarenakan mengalami patah tulang tengkuk akibat hantaman benda tumpul secara keras ditambah luka di badan,” jelasnya

Polisi masih memburu pelaku lainnya yang diduga ikut melakukan penganiayaan ini. Ketiga pelaku yang sudah ditangkap akan dikenai pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun penjara. (MJ-01)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.