Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah Musnahkan Barang Bukti 8,1 Gram Sabu dan 5.708 Butir Ekstasi

 

Musnahkan BB – Seorang petugas Ditserse Narkoba tengah melakukan  pemusnahan barang bukti (BB) Narkoba di kantor Ditserse Narkoba Polda Jateng  jalan Dr Wahidin  Semarang  pagi ini. (Ist/tya)

 

SEMARANG,METROJATENG.COM –  Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah pagi ini melakukan  pemusnahan barang bukti narkoba s 8,1 gram sabu dan 5.708 butir ekstasi. Pemusnahan ini berdasarkan temuan kasus pada Senin (24/09) lalu oleh 3 tersangka  di depan Lapas Kedungpane, Ngaliyan, Semarang.

Turut serta dalam kegiatan pagi hari ini Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Mashudi, dan Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto.

Penangkapan tiga tersangka dilakukan  atas kerjasama antara petugas Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang dengan Ditresnarkoba Polda Jateng, di depan kantor Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang. Petugas menangkap CG dan didapati barang bukti berupa 1 (satu) paket sabu berat brutto 101,3 gram.

CG menerangkan jika sabu tersebut milik saudara AS (DPO) yang disuruh untuk meletakan di depan Lapas kelas I Kedungpane Kota Semarang yang nantinya akan diambil oleh orang lain lagi.

Tersangka CG mengaku mendapatkan sabu tersebut dengan cara mengambil di sebuah Hotel di Kota Semarang sebanyak 2 (dua) paket sabu masing masing @ + 100 gram. 1 (satu) paket sabu telah di letakan disuatu alamat daerah Plombokan, Kec. Semarang Utara sedangkan 1 (satu) paket sabu lainnya akan di letakan didepan kantor Lapas Kelas I Kedungpane Kota Semarang namun CG sudah ditangkap terlebih dahulu.

“Ini sebagai pembuktian bahwa meski dalam situasi Pandemi seperti sekarang Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah tidak lengah dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Jateng.” ucap Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan. Rabu (7/1) 

Irwasda Jateng Kombes Pol Mashudi, mengatakan siapapun  yang terlibat dalam peredaran narkoba baik masyarakat maupun aparat akan di tindak tegas. Kedepan petugas akan mengembangkan sistem deteksi dini dan daya tangkal pada peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Aparat kepolisian juga akan  meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam memberantas peredaran Narkoba. Karena apapun  bentuknya,Narkoba sangat mereshkn dan merugikan masyarakat, ” Jelas  Irwasda Jateng Kombes Pol Mashudi, yang membacakan arahan Kapolda Jateng  Rabu pagi ini.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto, penangkapan tersangka dan pemusnahan barang bukti sebagai langkah untuk memutuskan mata rantai peredaran Narkoba di wilayah Jateng. Meski d itengah pandemi, apart tidk boleh lengah dalam memberantas peredaran Narkoba.

“Kami sangat mengapresiasi atas capaian Ditresnarkoba Polda Jateng, kami juga sedang mendorong pemerintah daerah mudah-mudahan bisa selesai tahun ini untuk Perda mengenai Narkoba.” tambah Bambang Kusriyanto

Barang bukti seberat 8,1 gram sabu dan 5.708 butir ekstasi disita petugas guna pemeriksaan Laboratorium Forensik dan proses pembuktian di Pengadilan dan sisanya dimusnahkan.

“Dari Januari sampai sekarang  total sudh 256 kasus yang diungkap Ditresnarkoba. Kota  dengan peredaran paling banyak ada  di Kota Semarang, Solo dan Jepara” Ungkap Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko.

Tiga tersangka atas nama CG, AM dan AMQ diancam dengan Pasal 114 ayat 2 UU No. 35 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.