Ditjen IKMA Dorong Wirausaha Baru di Kabupaten Magelang

Kabupaten Magelang memang memiliki beranekaragam produksi makanan ringan, namun selama ini hanya dikemas sederhana.

MAGELANG – Sebanyak 60 penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Magelang, memperoleh bimbingan teknis wirausaha IKM makanan dan kerajinan bambu, yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA). Bimtek ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru industri bagi mereka.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Gati Wibawaningsih di Hotel Atria Magelang, saat meinjau hasil industi kecil dari Kabupaten Magelang, Senin (8/7/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Harapan kami menjadikan penerima manfaat program keluarga harapan di Kabupaten Magelang dapat menjadi wirausaha baru sukses, yang mampu menerapkan nilai-nilai kemandirian, memiliki etos kerja tinggi, kreatif dan inovatif serta lulus dari Program PKH tersebut,” Kata Direktur Jenderal IKMA  Gati Wibawaningsih di Hotel Atria Magelang, Senin (8/7/2019).

Gati menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial tentang Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil dan Menengah (IKM) bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang ditandatangani pada 8 Maret 2019 lalu.

Dari 60 yang mengikuti kegiatan ini, 30 di antaranya mendapat bimbingan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan Kemasan serta 30 PKH lainya yang berasal dari Kecamatan Borobudur mengikuti pelatihan teknis produksi kerajinan bambu.

Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk mempersiapkan para penerima manfaat Program Keluarga Harapan menjadi calon wirausaha baru sehingga dapat berkontribusi dalam penumbuhan perekonomian di Kabupaten Magelang.

“Kabupaten Magelang memang memiliki beranekaragam produksi makanan ringan, namun selama ini hanya dikemas sederhana dengan plastik sehingga membuat harga jual rendah dan pemasaran terbatas. Selain itu, potensi kerajinan bambu juga belum dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.

Selain bimbingan peningkatan kemampuan SDM, para peserta juga mendapat fasilitas penunjang perbaikan mutu produk pangan seperti perekat kemasan (sealer) serta alat peniris minyak dan mesin untuk peningkatan kapasitas produksi kerajinan bambu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindusterian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang Jateng, Endot Sudiyanto menambahkan, harapan tumbuhnya wirausaha baru yang tangguh, untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di kabupaten Magelang. Pihaknya ingin masyarakat Magelang menjadi pemain baru dalam bisnis lokal maupun global.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti menyampaikan, melalui PKH, rata-rata bisa mengentaskan 10-20 persen angka kemiskinan setiap bulannya. Data tahun 2018, sebanyak 54.288 keluarga penerima manfaat PKH, dan angka tersebut terus turun. (MJ-24).

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.