Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Kali Kemisik Ambruk

Diperkirakan, biaya yang dibutuhkan untuk menyambung jembatan tersebut berkisar Rp 500 juta.

TEGAL – Jembatan Kali Kemisik di Desa Wanasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, ambruk akibat dihantam banjir bandang, Senin (21/1) petang kemarin. Ambruknya jembatan mengakibatkan dua desa terisolasi, karena jembatan yang ambruk merupakan satu-satunya akses penghubung antar desa.

Kades Wanasari, Siryono didampingi Kapolsek Margasari, AKP Suratman meninjau lokasi Jembatan Kali Kemisik yang ambruk diterjang banjir, Rabu (23/1/2019). Foto : metrojateng.com/ adithya

Pantauan metrojateng.com di lapangan, kondisi jembatan besi yang membentang di Kali Kemisik, ambruk pada bagian sisi barat. Sedangkan bagian jembatan sisi timur masih berdiri, namun kondisinya sudah miring.

Menurut Kepala Desa Wanasari, Siryono, jembatan yang dibangun tahun 2004 itu ambruk setelah dihantam air bah, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. Beruntung, saat kejadian tidak ada warga yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban.

“Akses warga terputus. Mau tidak mau, suka tidak suka, warga harus memutar jika akan menuju Kecamatan. Kurang lebih jaraknya lima kilometer atau 20 menit lebih lama,” bebernya, Rabu (23/1/2019).

Tak hanya warga, sejumlah siswa yang akan berangkat menuju sekolah juga harus merogoh saku cukup dalam. Pasalnya, mereka harus menyewa jasa ojek agar bisa menuju tempat belajar. Biasanya, mereka hanya berjalan kaki dan melewati jembatan yang saat ini telah porak poranda.

“Sebelumnya, jembatan memang sudah terlihat miring. Kami juga sudah melayangkan laporan ke Pemkab Tegal mengenai kondisi jembatan. Namun tak kunjung diperbaiki, sampai akhirnya bangunan ambruk,” pungkasnya.

Putusnya Jembatan Kali Kemisik mengganggu mobilitas warga. Foto: metrojateng.com/adithya

Terpisah, Kepala DPU Kabupaten Tegal, Heri Suhartono saat dihubungi melalui telepon selulernya mengemukakan, pihaknya sudah melakukan tinjauan di lokasi untuk menginventarisir anggaran. Diperkirakan, biaya yang dibutuhkan untuk menyambung jembatan tersebut berkisar Rp 500 juta.

Dalam hal ini, Heri menegaskan pihaknya hanya memperkirakan terlebih dahulu anggaran yang akan dipakai untuk perbaikan ini. Sebab, dia mengaku belum bisa menentukan status perbaikan jembatan tersebut untuk permanen atau sementara.

“Kemarin saya dan tim sudah mengecek langsung ke TKP. Dananya diperkirakan segitu. Tetapi untuk urusan bencana, Dana Tidak Terduga hanya bisa dikeluarkan oleh Bupati Tegal,” tandasnya. (MJ-10)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.