Ditarget Rampung Oktober, Flyover Manahan Baru 70 Persen

Flyover Manahan sepanjang 600 meter dengan lebar 9 meter tersebut memakan biaya sebesar Rp 43,05 miliar.

SOLO – Proses pembangunan flyover Manahan, Solo baru mencapai 70 persen. Padahal proyek ini ditarget selesai pada bulan Oktober mendatang.

Pembangunan flyover Manahan. Foto: metrojateng.com

SiteManager PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi mengatakan pengerjaan proyek saat ini dalam tahap pemasangan bentang tengah pada sisi utara dan selatang rel kereta. Pemasangan tersebut membutuhkan waktu lama, lantaran harus menyesuaikan jadwal kereta api yang melintas.

“Kita biasa kerjakan di malam hari. Pemasangan bentang tengah ini harus mendatangkan alat khusus (crane-red) agar tidak mengganggu perjalanan kereta,” ujar Ari, Selasa (4/9/2018).

Selain pemasangan bentang tengah, beberapa pengerjaan juga akan dikebut. Seperti pengaspalan jalan, pemasangan ornamen jalan sepanjang 1.500 meter.

“Kita optimis saja pengerjaan bisa selesai Oktober, ini terus dikebut. Nanti setelah dibuka, ada pemeliharaan jalan selama tiga bulan,” imbuhnya.

Pembangunan flyover Manahan merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan pembangunan konstruksi dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Ditjen Bina Marga, yang bekerja sama dengan Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang PUPR menggunakan teknologi Corrugated Mortar busa Pusjatan (CMP).

Pembangunan flyover Manahan sendiri menggunakan pengembangan teknologi timbunan ringan mortar busa dengan struktur baja bergelombang. Flyover Manahan sepanjang 600 meter dengan lebar 9 meter tersebut memakan biaya sebesar Rp 43,05 miliar.

Keberadaan flyover Manahan diharapkan bakal memperlancar arus kendaraan dari Jalan Adi Sucipto dan Jalan MT Haryono ke arah Jalan Dr Moewardi maupun sebaliknya, akibat adanya perlintasan sebidang rel kereta Solo-Yogyakarta. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.