Ditangkap! Pelempar Bom Molotov di Magelang Ternyata Residivis

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka yang merupakan residivis untuk kasus penganiayaan dan narkoba ini dijerat dengan pasal 187 KUHP.

MAGELANG – Dua pelaku pelemparan bom molotov di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang dan Kantor Unit Laka Satlantas berhasil dibekuk. Polisi menyebut kasus itu murni berlatar belakang dendam dan tak ada motif politik.

Dua pelaku pelemparan bom molotov dihadirkan di Mapolres Magelang Kota. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Kedua tersangka diketahui merupakan residivis, yakni RAR (27) dan APP alias Bedes yang sama-sama tinggal di Magersari Kecamatan Magelang Selatan. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing pada Kamis (18/7/2019) dinihari. 

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi menjelaskan, kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena berusaha melarikan diri. “Jadi ini masalah pribadi karena pelaku merasa sakit hati dan tidak terkait politik,” kata Kapolres saat gelar perkara di kantornya.

RAR yang bertindak sebagai otak pelaku mengaku, dirinya melempar bom molotov ke Kantor Laka Lantas di Jalan Ikhlas karena sakit hati adiknya ditilang polisi dan merasa tidak bisa diselesaikan. Pelemparan tersebut dilakukan pada 3 Juli malam.

Adapun untuk motif pelemparan di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, katanya, beberapa waktu yang lalu pernah ada insiden perkelahian di dekat Rumah Makan Ninit Magersari dengan salah satu pendukung caleg. Kemudian, perselisihan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun yang bersangkutan merasa tidak dibiayai. Kemudian, pelaku mengganggap orang yang berselisih itu tinggal di rumah dinas Ketua DPRD.

Didampingi Kasat Reskrim AKP Rinto Sutopo, Kapolres mengungkapkan, pelaku RAR ditangkap di rumahnya pukul 02.30, dan selang setengah jam kemudian pelaku APP juga berhasil ditangkap.

Terungkapnya kasus ini, setelah petugas melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan serta mengumpulkan barang bukti yakni pecahan botol yang terbakar yang saat ini sudah dikirim ke labfor Polda Jateng. Juga barang bukti berupa rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalan.

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka yang merupakan residivis untuk kasus penganiayaan dan narkoba ini dijerat dengan pasal 187 KUHP, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara

Seperti diketahui, pada 3 Juli lalu, pukul 22.00 terjadi pelemparan bom molotov di kantor unit laka lantas di jalan Ikhlas dan rumah dinas ketua DPRD di jalan diponegoro kota Magelang. Atas kasus tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi juga mengumpulkan barang bukti. (MJ-24)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.