Disrupsi Berdampak pada Bisnis Konvensional

Kondisi ini disambut baik oleh generasi milenial yang menyukai kebebasan dan disrupsi ini justru membuat dunia lebih cooling down.

SEMARANG – Teknologi digital saat ini telah memasuki hampir di semua ruang lingkup kehidupan yang terindikasi berkontribusi mengubah perilaku masyarakat. Perkembangan ini juga merupakan dampak dari disrupsi pada peradaban revolusi industri 4.0 sekarang.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Prof Rhenald Kasali menyampaikan materi pada Seminar Penguatan Daya Saing di Tengah Fenomena Disrupsi dan Perkembangan Teknologi di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Selasa (12/11/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Prof Rhenald Kasali menyampaikan, disrupsi masih akan berlangsung terus menerus dan lama. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi secara global.

“Coba kita bayangkan perubahan apa saja yang anda rasakan sekarang jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu,” ungkapnya pada Seminar Penguatan Daya Saing di Tengah Fenomena Disrupsi dan Perkembangan Teknologi di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Selasa (12/11/2019).

Saat ini, lanjut dia, dunia sedang mengalami masa disrupsi. Hal ini berdampak pada semua lini kehidupan, termasuk perekonomian dan bisnis. Kita dapat melihat kini pendapatan utama perusahaan mengalami perubahan.

“Misalnya, Telkom yang dulu pendapatan utama dari suara kini kalah dengan aplikasi percakapan semacam WhatsApp. Disrupsi ini tak bisa ditolak, bahkan ketika Pemerintah Lebanon mencoba mengenakan pajak untuk WhatsApp justru muncul demo besar-besaran,” ungkapnya.

Begitupun, kata dia, dengan bisnis media cetak seperti koran. Kini bagi perusahaan penjualan koran bukan pendapatan utama, karena sudah jarang masyarakat yang membaca koran. Akhirnya, iklan menjadi pendapatan utama mereka.

Perubahan tersebut merupakan salah satu efek dari disrupsi, yakni the main is no longer the main. Selain itu, ada sejumlah pilar teknologi yang mengubah kehidupan saat ini antara lain, broadband network, super apps, cloud computing, big data, artificial intelligence, dan internet of thing.

“Sehingga muncul yang namanya crowd pada revolusi industri 4.0. Dampaknya, barang-barang harganya menjadi murah, muncul bisnis semacam Airbnb yang menawarkan penginapan tanpa modal satu kamarpun, GoFood bisnis pemesanan makanan tanpa modal satu dapur pun. Sebab, itu dapat dilakukan hanya dengan aplikasi,” jelas Rhenald.

Kondisi ini disambut baik oleh generasi milenial yang menyukai kebebasan dan disrupsi ini justru membuat dunia lebih cooling down.

Adapun, efek lain dari disrupsi di antaranya, manajemen berubah menjadi orkestrasi, industri berubah menjadi light assets dari heavy assets, konsumen berubah menjadi partisipan, marketing berubah menjadi mobilisasi, branding menghadapi review dan rating.

“Sehingga, investasi besar untuk membangun pabrik atau gedung kelak mungkin tidak terpakai lagi,” imbuh Rhenald.

Sementara itu, perkembangan teknologi digital ini turut terjadi pada aspek ekonomi, yakni terciptanya digitalisasi ekonomi. Hal tersebut tercermin pada peningkatan aktivitas e-commerce dan fintech yang memberikan ruang terbuka bagi transformasi bisnis.

“Perkembangan positif ini bila dimanfaatkan dengan tepat akan dapat mendorong alokasi sumber daya yang lebih efisien dan pada akhirnya mendukung kegiatan ekonomi domestik,” ungkap Direktur Bank Indonesia Perwakilan Jateng, Anton Daryono.

Pada satu sisi, lanjut dia, perkembangan pesat teknologi digital berdampak positif bagi kegiatan ekonomi, yakni berpotensi meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat dan memperbaiki kualitas hidup manusia.

Pada sisi lain, teknologi digital juga memberikan tantangan. Gelombang inovasi yang datang serta terciptanya kompetisi yang semakin ketat tentunya menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi pelaku usaha.

“Untuk itu, pelaku usaha harus mampu mengembangkan model bisnis yang solid dan adaptif, serta mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi agar dapat tumbuh secara berkesinambungan pada masa yang akan datang, di tengah tantangan lingkungan bisnis yang semakin dinamis,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.