Disporapar Jateng Targetkan 15 Festival Masuk ‘Wonderful Event’ Kemenpar

Satu juga wisatawan mancanegara ditargetkan kunjungi Jateng sepanjang 2018.

SEMARANG– Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah menargetkan 15 festival di Jawa Tengah bisa masuk ‘Wonderful Event’ Kementerian Pariwisata pada tahun depan.

Kelenteng Sam Poo Kong menjadi pusat perayaan Festival Cheng Ho 2018. Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita

Kepala Bidang Pemasaran Disporapar Jateng, Ida Bagus Ketut Alamsyah mengatakan, saat ini sudah ada enam festival di Jawa Tengag ‘Wonderful Event’ Kemenpar. Pihaknya berharap ada 12-15 event lagi yang bisa masuk disana.

“Kami menargetkan ini karena festival-festival yang masuk agenda Kemenpar sangat berpengaruh pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah. Selain itu, juga untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah,” ungkapnya, Kamis, 9 Agustus 2018.

Kemenpar, kata dia, menargetkan wisatawan mancanegara berkunjung ke Jawa Tengah dan Yogyakarta 1,2 juta orang.

“Hingga 2017, baru tercapai 780 ribu wisman sudah mengunjungi Jateng. Target kami pada 2018, satu juta wisman bisa berkunjung di Jateng,” tuturnya.

Maka itu, festival-festival yang ada di Jateng dapat mendorong tercapainya target tersebut. Setiap tahun Disporapar menetapkan 200 event bisa masuk dalam ‘Wonderful Jateng’.

“Ada 200 event dari berbagai daerah yang terdaftar di dinas, kemudian kami seleksi menjadi 100 untuk didorong masuk ke ‘Wonderful Event’ Kemenpar,” katanya.

Enam festival unggulan di Jateng yang sudah masuk agenda Kemenpar di antaranya Dieng Culture Festival, Festival Cheng Ho, Solo International Performing Arts, Festival Lima Gunung, dan Borobudur Marathon. Sedangkan, agenda yang akan didorong masuk ke ‘Wonderful Event’ antara lain, Grebeg Sudiro, Festival Kota Lama dan Kirab Kyai Slamet.

“Ada potensi 50 ribu pengunjung dalam setiap penyelenggaraan festival tersebut. Tentunya, itu didukung oleh kemudahan akses ke festival, ketersediaan penginapan hingga kuliner bagi wisatawan yang datang. Maka, kami mendorong kepada kabupaten/kota untuk mengemas kegiatan secara baik juga menarik agar wisatawan datang dan berdampak positif,” tandas Alamsyah. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.