Disperindag Pasarkan Produk Jateng di Afrika Selatan

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah membuka pasar perdagangan di Afrika Selatan. Upaya itu untuk meningkatkan nilai ekspor non migas.

Kepala Disperindag Jateng, Petrus Edison Ambarura saat ditemui, Senin (5/1), mengatakan, meskipun saat ini neraca perdagangan di Jateng masih defisit, tetapi pihaknya yakin nilai ekspor dapat terus meningkat.

”Kondisi itu karena produk-produk buatan Jateng masih memiliki banyak peminat di luar negeri. Dan Pemerintah Provinsi Jateng akan terus membuka pasar untuk produk-produk buatan lokal di mancanegara,” ungkapnya.

Salah satu negara yang kini tengah dijajaki sebagai tujuan ekspor untuk mempromosikan dan menjual produk Jateng adalah Afrika Selatan.

”Belum lama ini kami berkunjung ke Afrika Selatan untuk melakukan kerja sama disana. Tujuannya tentu saja mencari peluang dan memperluas pasar untuk menjual produk Jateng,” katanya.

Produk Jateng yang tengah dipromosikan salah satunya,produk dari kayu dan mebel. Sebab komoditas tersebut sangat diminati di Afrika Selatan.

”Kusen-kusen hingga daun pintu buatan Jateng sangat digemari di Afrika Selatan. Belum ukiran Jepara seperti Gebyog juga diminati. Sehingga ke depan selain memikirkan kualitas bahan baku kami juga akan melakukan inovasi seperti desain,” tuturnya.

Selain produk kayu, Jateng juga membawa kain Batik ke negara yang pernah dipimpin Nelson Mandela itu. Edison menambahkan, maka itu pihaknya sangat optimistis untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sebab, banyak produk khususnya dari Jateng yang bisa menembus pasar mancanegara. (MJ-16)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

1 + 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.