Disperindag Larang PKL Taman Indonesia Kaya Kontrakkan Lapak

Ada juga beberapa PKL yang dicoret dari daftar karena tidak aktif berjualan.

SEMARANG- Dinas Perdagangan Kota Semarang menyatakan ada beberapa PKL kuliner tahu gimbal dan jagung bakar di area sekitar Taman Indonesia Kaya yang dicoret dari daftar. Mereka tidak akan mendapatkan tempat di lapak baru.

Rapat pembagian lapak PKL Taman Indonesia Kaya. Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

“Ada juga beberapa PKL yang dicoret dari daftar karena tidak aktif berjualan. Malahan mengontrakkan lapak. Ada juga punya lapak dobel. Itu tidak boleh,” kata Kasi Pemetaan dan Penataan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Oktaviatmono, Kamis (01/11/2018).

Dia menjelaskan, PKL di sana bakal menempati lapak baru yang sudah selesai dibangun yang berada di sisi utara taman.

Secara keseluruhan panjang lapak mencapai 130 meter, namun menyusut jadi 108 meter karena ada tiang dan pohon.

“Kami bagi menjadi sembilan blok dan akan dimaksimalkan untuk 67 pedagang. Rinciannya, 42 pedagang tahu gimbal dan 25 pedagang jagung bakar. Di luar lapak, PKL tak boleh berjualan demi ketertiban dan kebersihan,” katanya.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Semarang, Noor Kholis menambahkan, mengacu 67 PKL akan menempati 42 lapak ukuran lebar berbeda-beda. Mulai luas 1,5 meter-2,5 meter dengan panjang 3,5 meter. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.