Disnaker Jateng Temukan Empat Perusahaan Gagal Bayar THR

SEMARANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah menemukan empat perusahaan gagal membayarkan tunjangan hari raya (THR) sesuai ketentuan. Kepala Disnakertans Jawa Tengah, Wika Bintang juga hanya bisa membayar gaji karyawannya di bawah UMK.

Ilustrasi

“Jangan sampai perusahaan menggunakan keringat manusia tapi pengupahan tidak pakai hati. Kalau sampai akhir 2018 ini perusahaan tidak menyusun struktur skala upah, pengawas akan turun, dan akan kami proses,” kata Wika, tanpa menyebut identitas empat perusahaan yang dimaksud itu, Jumat (8/6).

Ia pun mengingatkan kepada perusahaan tersebut agar mematuhi standar THR yang telah ditetapkan Pemprov Jateng.

Ia mengatakan semua pengusaha wajib membayar THR H-7 Labaran atau hari ini. Jika hal itu dilanggar, katanya pengusaha akan dijatuhi sanksi berupa denda 5 persen yang akan diserahkan kembali kepada pekerja untuk  kesejahteraan.

“Tapi THR harus tetap dibayar,” bebernya.

Tiap pengusaha wajib memberikan THR kepada karyawan tetap dan kontrak yang belum ada satu tahun bekerja. Kewajiban pengusaha untuk membayar THR kepada pekerja minimal sudah bekerja 1 bulan, bila belum maka sifatnya memberikan tali asih. Dengan hitungan 1/12 dikalikan gajinya.

Wika merasa prihatin, saat ini hampir sebagian perusahaan yang ada di Jawa Tengah belum menerapkan penghitungan upah yang benar.

“Saya berharap semua perusahaan menyusun Struktur Skala Upah (SSU). Kalau tidak paham konsultasi kepada kami. Agar buruh terlindungi, tidak hanya menerima UMK terus menerus,” ucapnya.

Dia menegaskan, jika sampai akhir tahun 2018 perusahaan yang belum menerapkan Struktur Skala Upah (SSU) akan mengambil tindakan hukum. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 37 = 46

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.