Dishub Semarang Akan Terapkan Parkir Berlangganan untuk Parkir Tepi Jalan Umum

SEMARANG – Dinas Perhubungan Kota Semarang sedang mengkaji format yang paling tepat dalam rangka penataan parkir tepi jalan umum di Semarang. Kemungkinan Dishub akan lebih memilih menerapkan sistem parkir berlangganan.

Dishub Kota Semarang akan menerapkan parkir berlangganan. Foto: dok metrosemarang.com

Kepala Dishub Kota Semarang Mukhammad Khadik menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan titik-titik parkir tepi jalan umum. Titik parkir ada 2 kategori yaitu parkir yang berizin dan tidak berizin. Parkir berizin pun masih ada 2 kategori yaitu yang masih berlaku izinnya dan parkir yang masa izinnya sudah habis atau kadaluarsa.

‘’Saat ini sedang dilakukan inventarisasi hal itu karena sesuai rekomendasi dari Polrestabes Semarang, Tim Saber Pungli, bahwa pemkot diminta menata parkir yang ada di Semarang,’’ katanya, Kamis (24/5).

Karenanya, saat ini Dishub sedang membuat kajian format yang paling tepat dalam rangka penataan parkir itu. Pertama yang akan dilakukan adalah penataan parkir lebih dulu baru nanti bicara soal pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir tepi jalan umum ini.

‘’Kita sedang mempersiapkan kajian itu. Mungkin dalam waktu dekat, seiring target pendapatan parkir tepi jalan umum yang tahun ini naik hampir 400% menjadi Rp15 miliar, akan dilakukan upaya-upaya,’’ katanya.

Upaya tersebut, pertama dengan melakukan penataan dan penertiban parkir sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Kedua meningkatkan pendapatan asli daerah dari potensi parkir tepi jalan umum yang ada di Semarang.

‘’Berapa jumlah titk parkir tepi jalan umum ini masih dalam proses, kalau sudah ketemu jumlah akhirnya kita akan sampaikan ke masyarakat,’’ katanya.

Dalam 2 bulan ke depan pihaknya menargetkan pendataan titik parkir tepi jalan umum ini sudah akan selesai. Seluruh wilayah Kota Semarang akan didata keberadaan titik parkirnya. Karena kota ini semakin berkembang sehingga ada titik-titik baru dan ada juga titik lama yang sudah tidak ada. Pendataan titik parkir harus dilakukan secara detail.

Dalam kajian yang sudah hampir selesai, Mukhammad Khadik meyebutkan format penataan parkir mengarah pada parkir meter dan parkir berlangganan. Mana yang paling efektif dari 2 sistem penatanaan itu nanti yang akan dipilih dan diterapkan di Kota Semarang.

‘’Kajian akan menerapkan sistem yang mana harus segera selesai, karena tahun ini harus sudah diterapkan. Kami mencari format yang paling tepat untuk menata parkir dan sekaligus memksimalkan pendapatan daerah dari retribusi parkir tepi jalan umum,’’ tegasnya.

Disebutkan, kelihatannya Dishub lebih cenderung akan menerapkan sistem parkir berlangganan. Untuk sistem parkir berlangganan, Mukhammad Khadik menjelaskan nantinya pembayaraan parkir bersamaan dengan pembayaran pajak tahunan pada saat perpanjang masa berlaku STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Sistem parkir berlangganan ini sudah dilakukan di 24 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pihaknya pun sudah mengirimkan petugas untuk belajar ke sana tentang penerapan sistem parkir berlangganan untuk parkir tepi jalan umum.

‘’Ini juga mengacu rekomendasi dari Ketua DPRD Kota Semarang yang menyarankan, karena sekarang persoalan parkir menjadi masalah yang sangat strategis, harus ditata supaya tidak mengganggu lalu lintas di Semarang,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

27 − 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.