Dishub Gunakan Headlight Tester Robotic Untuk Uji KIR

Alat headlight tester robotic tersebut didatangkan langsung dari Spanyol.

SEMARANG – Untuk meningkatkan pelayanan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memanfaatkan teknologi headlight tester robotic dalam melakukan uji KIR kendaraan khususnya pada lampu.

Kepala Dishub Kota Mukhammad Khadik bersama stafnya mengecek kegiatan uji KIR dengan alat headlight tester robotic di kantor Dishub Kota Semarang, Kamis (2/5/2019). metrojateng.com

Alat yang dapat membaca kondisi semua jenis lampu kendaraan ini sengaja dikenalkan pada momentum peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-472 hari Kamis (2/5/2019).

Kepala Dishub Kota Semarang, Mukhammad Khadik mengatakan, alat yang bernama headlight tester robotic tersebut didatangkan langsung dari Spanyol. Secara otomatis alat ini dapat mengecek kondisi lampu-lampu pada kendaraan.

Menurutnya, lampu ini sangat vital digunakan kendaraan khususnya pada malam hari. Kondisinya harus memenuhi standar dan alat ini bisa mendeteksi secara langsung dan tidak bisa direkayasa.

‘’Kalau kondisinya (lampu) tidak memenuhi syarat alat akan langsung muncul warna merah, tapi kalau bagus muncul warna hijau, jadi hasilnya langsung bisa didapatkan,’’ terangnya, Kamis (2/5/2019).

Dishub selalu berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain memanfaatkan teknologi headlight tester robotic, juga melaksanakan ketentuan peralatan yang digunakan untuk pengujian harus sudah dikalibrasi untuk mendapatkan hasil pengukuran yang tepat.

Kalibrasi peralatan pengujian atau pengukuran dalam uji kir yang ada saat ini akan habis September mendatang. Namun sudah dipersiapkan pengajuan sertifikasi untuk kalibrasi tahun 2019 dan 2020, karena masa berlakunya satu tahun.

Khadik mengatakan, pihaknya juga selalu mengecek sembilan item untuk penandaan baik lampu, emisi gas buang, wiper, tekanan gas buang dan lain sebagainya. Pemeriksaan item-item tersebut juga sudah menggunakan aplikasi yang hasilnya langsung tercatat di sistem server yang ada.

Dengan upaya-upaya yang dilakukan tersebut, ditegaskan terbukti berhasil mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Di mana standar pelayanan dalam uji kir adalah 10 menit pemeriksaan dari awal sampai akhir sudah bisa selesai. Adapun per hari rata-rata ada 300-400 kendaraan yang diuji.

‘’Ramai biasanya kalau pada hari pertama setelah liburan dan pada hari Senin. Kami juga punya aplikasi yang membantu masyarakat bisa tahu berapa hari ini yang akan diuji, berapa yang sudah diuji, sehingga bisa memperkirakan antrean di sini,’’ katanya.

Selain itu pendaftaran uji KIR juga sudah bisa dilakukan secara online. Ditegaskan ini bukti salah satu bentuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Di zaman serba digital ditegaskan Dishub harus mengikuti perkembangan tuntutan pelayanan dari masyarakat.

Bahkan, kata Khadik, Dishub saat ini juga sedang merancang agar pengujian kelayakan kendaraan ini semakin profesional. Yaitu ke depan akan ada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) khusus menangani pengujian kelayakan kendaraan.

Sehingga lebih mandiri dan lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti halnya Trans Semarang yang sekarang bentuknya sudah UPTD. (duh)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.