Disdikbud Kumpulkan Kepsek SMA/SMK se-Kota Tegal

Buntut Perusakan Sekolah

Dari hasil pengembangan kasus, sembilan pelajar sudah diamankan Resmob Satreskrim Polres Tegal Kota

TEGAL – Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akhirnya bertindak cepat, menyusul viralnya aksi perusakan sekolah dan pengeroyokan terhadap siswa, Kamis (10/1) kemarin. Sejumlah Kepala Sekolah SMA dan SMK telah dikumpulkan, termasuk Kepsek SMK Dinamika.

Petugas Resmob Polres Tegal Kota berhasil menyita sajam jenis celurit di sebuah warung yang tak jauh dari SMK Dinamika. Foto : metrojateng.com/dok istimewa

“Meski SMA/SMK kewenangan Dinas Provinsi, kami tetap mengambil tindakan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Provinsi untuk mengumpulkan seluruh Kepsek,” ungkap Kepala Disdikbud Kota Tegal, Drs Johardi saat dihubungi metrojateng.com, Sabtu (12/1/2019).

Menurutnya, bagaimanapun para pelajar yang terlibat ada di Kota Tegal. Jika membuat resah, maka pihaknya juga perlu mengambil tindakan. Dia memastikan bahwa permasalahan ini dapat diselesaikan dengan mengirimkan hasil audiensi kepada SMK Dinamika Kota Tegal.

Dalam hasil audiensi itu, kata Johardi, pihak SMK Dinamika akhirnya membuat pernyataan agar tidak lagi melakukan hal serupa ke sekolah-sekolah lainnya di kemudian hari.

“Pihak SMK Dinamika sudah berjanji. Mereka yang akan mengambil tindakan atas perilaku murid-muridnya sendiri. Kami mewakili Pemerintah hanya ingin memastikan para Kepsek bisa menjamin prilaku para muridnya,” tegasnya.

Sementara dari hasil pengembangan kasus, sembilan pelajar sudah diamankan Resmob Satreskrim Polres Tegal Kota dan menjalani pemeriksaan, Jumat (11/1) kemarin. Selain itu, petugas juga mengamankan sebuah senjata tajam yang diduga digunakan pelajar untuk melakukan pengeroyokan.

“Dari tujuh yang diamankan, berkembang lagi menjadi sembilan. Dua siswa kami amankan dan dari salah satu siswa kami sita sajam,” beber Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Agus Budi Yuwono.

Sajam tersebut, lanjut Agus, diamankan di sebuah warung kelontong yang berlokasi tak jauh dari SMK Dinamika. Diduga kuat, sajam tersebut digunakan untuk melakukan aksi perusakan dan pengeroyokan.

“Masih ada lagi sajam yang belum diamankan. Karena jika dilihat dari video yang viral di medsos banyak oknum siswa yang membawa sajam dan juga sabuk bergerigi,” tutupnya. (MJ-10)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.