Disbudpar Diminta Segera Tata Aktivitas Keramaian Kota Lama

Disbudpar akan terus berupaya melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menambah titik keramaian yang bisa dimanfaatkan di Kota Lama Semarang.

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta jajarannya untuk segera bergerak melakukan penataan aktivitas keramaian di Kota Lama Semarang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) diharapkan bisa secepatnya membina kelompok seni untuk menghidupkan kawasan Kota Lama.

Pengunjung berwisata di kawasan Kota Lama Semarang. Foto: dokumentasi

‘’Untuk kaitan mendorong pariwisata yang berkelanjutan di Kota Lama Semarang, maka penataan aktivitas ini menjadi penting, sehingga nantinya semua aktivitas dapat tertib,’’ kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi, Senin (30/9/2019).

Perintah tersebut disampaikan setelah wilayah Kota Lama Semarang sebelumnya dilakukan penertiban oleh tim gabungan Pemerintah Kota Semarang pada Sabtu (28/9) lalu. Yang kemudian muncul kekhawatiran sebagian pihak Kota Lama akan jadi sepi.

‘’Dinas Pariwisata hari ini dalam tahap pendataan, untuk kemudian nantinya aktivitas keramaian yang ada bisa diatur agar tidak saling mengganggu,’’ imbuh wali kota.

Sementara itu Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Agus Joko Triyono menambahkan, hingga Senin (30/9) telah ada tujuh kelompok pertunjukan kesenian yang mendaftarkan diri untuk tampil meramaikan Kota Lama Semarang.

‘’Untuk tempatnya saat ini kami masih menetapkan ada tiga titik, yaitu di depan Gedung Oudetrap, di depan Galeri UMKM, dan di depan Galeri Industri Kreatif Semarang,’’ jelas Agus.

‘’Kalau yang mendaftar banyak akan kita atur jam bermainnya, sehingga diupayakan semua dapat bergiliran mengisi keramaian di Kota Lama Semarang. Misalnya saat weekend pagi penampil A, siang penampil B, malam penampil C,’’ tambahnya.

Di sisi lain untuk pertunjukan kesenian yang diinisiasi oleh para pelaku usaha di Kota Lama, Agus mengungkapkan, tidak diperbolehkan untuk keluar area usahanya masing-masing.

‘’Kalau pertunjukan kesenian yang diselenggarakan sendiri, kita batasi hanya di area usaha yang menggelar kegiatan tersebut, jadi tidak diperbolehkan untuk kemudian di jalur pedestrian depannya,’’ tegasnya.

‘’Dengan begini rasanya kekhawatiran kalau Kota Lama akan sepi setelah ditertibkan tidak relevan, karena hiburan tetap jalan, ketertiban tetap terjaga,’’ tandasnya.

Kedepannya, Agus menambahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang akan melakukan evaluasi terus-menerus dalam pengembangan Kota Lama Semarang. Bahkan Disbudpar akan terus berupaya melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menambah titik keramaian yang bisa dimanfaatkan di Kota Lama Semarang.

‘’Untuk itu pendataan kelompok kesenian pun terus berjalan, dan bagi para pihak yang ingin mendaftar guna mengisi kegiatan di Kota Lama Semarang dapat langsung menghubungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang,’’ tandasnya lagi. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.