Dirjampelkes BPJS Kesehatan PastikanJamin Layanan Faskes JKN Berjalan Optimal Saat Libur Lebaran

 

Pengecekan – Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati melakukan pengecekan di instlasi Gawat Darurat (IGD), sebagai pintu terdepan dalam menangani pasien
(tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Peserta JKN-KIS tetap memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan meskipun dalam situasi lebaran.

Penegasan ini dikemukakan Dirjampelkes BPJS Kesehatan, Lily Kresnowati ketika mengunjungi Rumah Sakit KRMT Wongso Negoro (RSWN)  dan  Puskesmas Kedungmundu, Rabu (12/3) untuk melihat kesiapan Rumah Sakit dan Puskesmas dalam melayani peserta JKN-KIS. Lily didampingi Direktur RSWN Susi Herawati juga menghimbau agar kualitas layanan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS tetap prima meskipun di tengah libur lebaran dan pandemi Covid-19.

“Peserta JKN-KIS dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada FKTP di tempat peserta terdaftar. Apabila FKTP terdaftar tidak beroperasi pada waktu tersebut, maka peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada FKTP terdekat lain yang membuka pelayanan kesehatan. Data FKTP yang beroperasi dapat diakses melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” kata Lily.

Pada kunjungannya ke RS KRMT Wongso Negoro. Lily memastikan persiapan implementasi komitmen pelayanan khususnya di rumah sakit melalui ketersediaan display jumlah kamar. Ditegaskan pada keadaan kegawatdaruratan medis, seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS. Mekanisme penjaminan dan prosedur pelayanan pasien gawat darurat Peserta JKN-KIS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di kota Semarang sendiri, pihak BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan FKTP dan rumah sakit. FKTP diharapkan memberikan konsultasi sesuai keluhan peserta, dan memberikan rekomendasi sesuai kebutuhan peserta. Pelayanan kontak tidak langsung ini bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, telepon, berbagai platform pesan singkat seperti WhatsApp dan Telegram, serta melalui media telekonsultasi lainnya yang telah disiapkan oleh FKTP.

“Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta,” tegas Lily.

Ia juga mengingatkan pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Oleh karenanya, Lily selalu mengingatkan para peserta JKN-KIS untuk taat dalam membayar iuran setiap bulan. 

Menanggapi soal lonjakan pasien di RSWN, dr susi Herawati, mengatakan RSWN sudah siap. Bahkan untuk kelas 3.  juga sudah nyaman.

” Jadi saya harapkan masyarakat tidak ragu-ragu Apabila membutuhkan layanan kesehatan khususnya yang peserta BPJS Kesehatan ,kami pastikan tetap terlayani dengan baik dan tenaga kesehatannya juga lengkap,” ujar Susi.

Ditambahkan RSWN memiliki 257 kamar. Bila terjadi lonjakan pasien tinggal melakukan pergeseran.

” khusus pasien Covid ada ruang tersendiri,dan setiap pasien yang msusum ke RSWN  kan discreening lebih dulu Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid, ” ungkap Susi. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.