Direktur RSUD Wongsonegoro Tagih Klaim Rp 34 miliar ke BPJS Kesehatan

Belum adanya pembayaran klaim membuat rumah sakit terkendala menjalankan program.

SEMARANG- Sepanjang bulan Januari hingga September 2018, RSUD Kota Semarang KRMT Wongsonegoro belum menerima pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan terkait pelayanan yang telah diberikan.


Pasien menunggu di loket pengambilan obat RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Selasa (25/9/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, dokter Susi Herawati mengatakan, jumlah klaim yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan secara total selama sembilan bulan mencapai Rp 34 miliar.

“Kami menyiasati operasional dan pelayanan dari berbagai sumber. Memang ada dana klaim yang belum dibayarkan, tapi jangan sampai pelayanan pasien terganggu. Kami dahulukan pelayanan pasien, obat dan makanan,” ungkapnya, Selasa (25/9/2018).

Susi mengeluhkan, belum adanya pembayaran klaim membuat rumah sakit terkendala menjalankan program yang telah dicanangkan. Selain itu, pihaknya juga harus menambal biaya operasional.

“Kita layani sesuai prosedur. Kita layani penuh dengan mutu dan keamanan sesuai pedoman rumah sakit,” kata Susi.

Susi mengaku telah melayangkan surat kepada BPJS Kesehatan untuk melunasi tunggakan, tapi pihak BPJS, menurut dia, belum memiliki dana yang mencukupi.

“Kami tetap menunggu BPJS untuk membayar. Ini kita koordinasikan dan terus kita tagih,” pungkasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.