Diprotes Pedagang, Mirna Bebaskan Retribusi di Pasar Pagi Kaliwungu

KENDAL – Bupati Mirna Annisa menanggapi keluhan pedagang Pasar Pagi Kaliwungu dengan membebaskan retribusi selama belum ada pembangunan pasar.

Bupati Mirna Annisa menemui pedagang Pasar Pagi Kaliwungu. Foto: metrojateng.com/edi prayitno

“Saya meminta terkait rehab Pasar Pagi Kaliwungu tidak ditunggangi oleh pihak lain. Saya akan memberikan dispensasi selama proses rehab pembangunan Pasar Pagi Kaliwungu dengan tidak menarik retribusi kepada pedagang,” jelasnya saat menemui pedagang pasar pagi Kaliwungu di Gedung DPRD Kendal Kamis (12/4) sore.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya telah mengusulkan pembangunan di awal anggaran agar tidak berjalan lamban. Pemkab juga sudah  mengajukan anggaran bencana karena anggaran daerah terbatas

“Yang jelas kalau pedagang ingin membantu, Pemkab mengucapkan terima kasih. Terpenting lagi anggaran pembangunan harus dikawal agar tidak terlewat,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kendal H Prapto Utono mengatakan, kalau pemerintah menarik retribusi harus memberi pelayanan yang baik kepada pedagang. “Kalau ada kenaikan retribusi agar dijelaskan alasannya. Sedangkan untuk penghapusan aset, sudah sejauh mana tindak lanjutnya,” ujar Prapto.

Sementara, Kepala Disperindag Sukron Samsulhadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya dan disepakati untuk relokasi. Namun pedagang tidak mau menempati lokasi sementara.

“Kami juga sudah membuat surat ke gubernur mengajukan bantuan provinsi dan pusat untuk penganggaran pembangunan kembali pasar. Proposal ke kementerian sebesar Rp 100 miliar sudah disampaikan namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pusat,” katanya.

Sebelumnya ratusan pedagang pasar pagi Kaliwungu melakukan aksi di depan kantor bupati untuk meminta kejelasan kapan pasar yang terbakar Agustus 2017 silam akan dibangun.

“Pedagang  meminta diberi tempat yang layak dan bila pemerintah tidak ada ketegasan kami siap swadaya membangun sendiri,” ujar koordinator pedagang H Mas’ud. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

47 + = 49

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.