Diprotes Netizen, Dishub Akhirnya Gembok Mobil Parkir di Halte BRT

Di sekitar shelter sudah jelas ada rambu-rambu dilarang parkir, dilarang berhenti kecuali BRT, tapi masih banyak yang tidak peduli.

SEMARANG – Menindaklanjuti keluhan warganet (netizen) yang kesulitan saat naik/turun dari Shelter BRT Trans Semarang di beberapa titik shelter, Dinas Perhubungan Kota Semarang melakukan pengecekan di ruas jalan Protokol Kota Semarang yang dilalui BRT Trans Semarang Selasa (31/7).

Razia Parkir Liar
Dishub menggembok mobil yang parkir di halte BRT, Selasa (31/7). Foto: metrojateng.com/istimewa

Dari hasil pengecekan di lapangan sesuai laporan dari DM instagram akun @ricky.koboichan, petugas menemukan adanya parkir kendaraan roda 4 di shelter Pengadilan Negeri Semarang Jalan Siliwangi. Sesuai S.O.P (Standar Operasional Prosedur) Petugas Dishub memanggil juru parkir di lokasi tersebut. Salah satu juru parkir bernama Waluyo mengaku dia bertugas jaga parkir mulai shift siang dan tidak tahu menahu kaitan parkir di depan halte BRT, karena pada hari ini kebetulan jadwal sidang banyak sehingga parkir di halaman kantor pengadilan tidak cukup.

Bahkan menurut Waluyo, 2 dari 4 mobil tersebut adalah milik aparat kepolisian yang menjaga jalannya sidang dan satu avanza plat merah milik pegawai pengadilan. Apapun dalihnya, Petugas Dishub bernama Doni tetap memerintahkan anggotanya mengambil gembok dan melanjutkan penggembokan terhadap 4 mobil tersebut. Sedangkan terhadap juru parkir, dibawa ke kantor Dinas Perhubungan untuk dilakukan pembinaan.

BACA JUGA: Dishub Launching Aplikasi “Passenger Information System” BRT Trans Semarang

Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, kegiatan hari ini adalah kegiatan insidentil sampling acak laporan masyarakat dari sosial media yang dipunyai pihaknya dan berkoordinasi dengan jajaran Bidang Pengendalian Ketertiban Dishub.

Ade mengungkapkan, penggembokan kendaraan yang parkir di Shelter untuk memberi edukasi kepada masyarakat bahwa shelter BRT tidak boleh digunakan untuk parkir, karena digunakan Bus Trans Semarang untuk merapat ke shelter baik menurunkan maupun menaikkan penumpang.

BACA JUGA: Armada Trans Semarang Beralih Gunakan Bahan Bakar Gas

“Di sekitar shelter sudah jelas ada rambu-rambu dilarang parkir, dilarang berhenti kecuali BRT, bahkan di jalur jalan nasional, marka di depan shelter sudah kita cat bahwa lokasi tersebut hanya untuk BRT,” katanya.

“Dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk memahami fungsi dari fasilitas publik,” lanjutnya.

Hal tersebut menurutnya demi keamanan dan kenyamanan bersama. “Jika ada kendaraan parkir di shelter armada kami akan kesulitan untuk merapat di shelter. Hal ini dapat membahayakan baik pengguna jasa maupun BRT itu sendiri,” tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.