Diperiksa Sebagai Saksi, Terlapor Dugaan Pemerasan Kades Ajukan Mediasi

Koordinantor ketua tim penasehat hukum Budi Kiatno saat mendampingi pemeriksaan di Polresta Banyumas. Foto : ist/metrojateng.com

PURWOKERTO- Tim penasehat hukum terlapor kasus dugaan pemerasan kades berharap ada mediasi terlebih dahulu sebelum kasus tersebut berlanjut. Saat mendampingi terlapor, Subroto, Jumat (7/5) untuk menjalani periksaan pertama, 11 tim penasihat hukum juga berkirim surat ke kapolresta Banyumas.

“Sebenarnya kita ingin beraudiensi dengan kapolresta, namun karena kesibukan beliau jadi belum bisa ditemui, sehingga kita berkirim surat,” kata Koordinantor ketua tim penasehat hukum Budi Kiatno.

Dalam surat yang disampaikan kepada kapolresta, pihak terlapor minta diberi kesempatan untuk mediasi. Hal tersebut antara lain karena antara terlapor dan pelapor yaitu Kades Sibrama Wagiyah, mendapat pendampingan hukum dari sesama anggota ormas, yaitu Pemuda Pancasila (PP). Sehingga demi menjaga kondusifitas keadaan, sebaiknya diupayakan mediasi terlebih dahulu.

“Saya juga wakil ketua PP Jateng, sementara pendamping pelapor dari Peradi juga banyak yang menjadi anggota PP di sini. Upaya mediasi tersebut supaya tidak menimbulkan kegaduhan internal ormas di Banyumas ” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, dari hasil kajian tim penasehat hukum, masalah dugaan pemerasan ini sangat subjektif dan lebih ke masalah perdata. Dalam penilaiannya, ini bukan masalah besar, sehingga bisa diupayakan dengan mediasi lebih dulu.

“Kalau misalnya mau pengerahan massa, kita sangat bisa, karena yang kita dampingi adalah ketua GNPK korwil Barlingmascakeb. Tetapi ini tidak kita lakukan, karena kita menghormati proses hukum,” kata Budi Kiatno.

Sementara, selama kasus ini bergulir, sudah mulai muncul berbagai upaya dari pihak luar, seperti pengiriman karangan bunga ke Polresta Banyumas dan sebagainya. Pihaknya berharap,
penyidik Satreskrim Polresta Banyumas tidak terpengaruh dengan adanya aksi-aksi massa tersebut dan tetap mengedepankan asas praduga tak

“Kita berharap penyidik tetap bisa mengedepankan restoaratif justice, yang kondusif, berimbang dan profesional,” pungkasnya.(nng)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.