Dinkes Edukasi Germas Melalui Medsos hingga Film

Germas juga diharapkan membuat masyarakat menjadi lebih sehat, lebih bugar dan lebih produktif.

SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah terus fokus menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Salah satu program Indonesia Sehat itu diedukasikan ke masyarakat melalui media sosial hingga film.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menampilkan pagelaran ketoprak pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (12/11/2019) malam. Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dokter Yulianto Prabowo mengatakan, Presiden RI telah menginstruksikan pelaksanaan Germas melalui Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2017 tentang Germas dan di Jawa Tengah ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur nomor 35 tahun 2017 tentang Germas.

“Untuk mengintensifkan intruksi tersebut kami bersama OPD Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah melaksanakan Germas di seluruh pelosok kabupaten dan kota Se-Jawa Tengah,” ungkapnya di puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (12/11/2019) malam.

Adapun, melalui Germas pihaknya berupaya mengendalikan berbagai penyakit dimulai dari perubahan perilaku untuk lebih bersih dan sehat.

“Beban penyakit inilah yang menyebabkan membengkaknya pengeluaran negara untuk mengobati dan merawat para pasien. Dengan Germas diharapkan masyarakat menjadi lebih sehat sehingga mengurangi beban negara,” tuturnya.

Germas juga diharapkan membuat masyarakat menjadi lebih sehat, lebih bugar dan lebih produktif, sehingga kita menjadi bangsa yang berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, gerakan ini dilaksanakan secara massive repetitif (massal berkesinambungan).

“Kami berupaya mengedukasi Germas ke masyarakat melalui saluran media sosial dan film. Film ini dibuat kemudian diunggah ke media sosial,” tuturnya.

Sejauh ini film merupakan media promosi kesehatan yang paling diminati masyarakat dan paling sesuai dengan kondisi teknologi komunikasi saat ini. Maka itu, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Jateng menggelar lomba film kesehatan.

“Kami berharap melalui kompetisi ini para peserta dapat menghasilkan film dengan pesan kesehatan yang mudah dipahami dan mengena di hati masyarakat sehingga penonton film akan tergerak mengikuti pesan yang disampaikan pada film tersebut,” ujar Yulianto.

Sementara pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional, Dinkes Jateng menyelenggarakan pagelaran ketoprak dengan lakon “Nginceng Wong Meteng” dan menghadirkan bintang tamu Yati Pesek. Pertunjukan tersebut tidak hanya menampilkan unsur budaya lokal tapi juga memadukan dengan pesan kesehatan yang menarik dan menghibur. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.