Dinilai Ada Monopoli Penjualan Tiket, Travel Umrah dan Haji di Solo Ancam Boikot Garuda

Garuda Indonesia dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

SOLO – Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah Haji Indonesia (Perpuhi) Solo mengancam akan memboikot maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia, jika tidak segera mencabut kebijakan barunya terkait pembelian tiket rute Solo-Jeddah dan Solo-Madinah, per 1 Maret 2019.

Ilustrasi. Maskapai Garuda Indonesia terancam diboikot pengusaha travel umrah dan haji di Solo.

Ancaman tersebut dilontarkan oleh Ketua Perpuhi Kota Solo, Her Suprabu, Senin (11/3/2019). Ia mengecam tindakan PT Garuda Indonesia karena dinilai tidak adil. Pasalnya mulai 1 Maret, pemesanan tiket dua rute tersebut diserahkan oleh empat agen besar yakni NRA, Maktur, Konamas, dan Wahana, bukan lagi dibeli langsung ke maskapai Garuda Indonesia.

Agen yang berasal dari Jakarta tersebut bahkan menjual tiket dengan harga yang lebih mahal. “Tiket bisa selisih sekitar satu jutaan, bila dibandingkan sebelumnya dapat Rp 13,700 juta sekarang jadi Rp 14.700 juta,” ujarnya.

Menurutnya kebijakan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Karena PT Garuda Indonesia sebagai BUMN seharusnya memberikan pelayanan yang sama kepada semua pelaku usaha.

Namun, pihak PT Garuda Indonesia justru memberikan semua slot tiket pesawat kepada kelompok usaha tertentu untuk pemesanan tiket rute SOC-JED dan SOC-MED.

Ia juga mempertanyakan komitmen Garuda Indonesia dengan para pengusaha biro travel umrah dan haji yang ada di Solo. Menurut Her Suprabu, rute penerbangan SOC-JED dan SOC-MED sejak awal dibesarkan oleh para pelaku pengusaha travel di Solo. Mulai dari satu kali dalam seminggu penerbangan hingga saat ini bisa menjadi empat kali dalam seminggu.

“Kami menyayangkan kebijakan dari Garuda karena dimakelari oleh empat biro besar tersebut, saat ini Garuda Indonesia seolah menjadi broker tiket. Kami berharap pihak Garuda bisa menyikapi hal seperti itu,” tandasnya.

Sementara itu salah satu pengusaha Travel Umrah, yang sekaligus menjadi anggota Perpuhi, Amir Bastari mengaku harga tiket yang dibanderol empat agen perjalanan yang ditunjuk PT Garuda Indonesia tersebut sangat tinggi . Pihaknya meminta agar Direksi PT Garuda Indonesia untuk mencabut kebijakan tersebut, karena sudah masuk dalam praktik monopoli.

“Selama ini saya sangat setia dengan Garuda karena paket umrah saya pakai Garuda, tetapi setelah ini jika tidak diubah ya terpaksa saya beralih maskapai, dan mencari maskapai yang lebih murah lagi,” jelasnya. (MJ-25)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.