Dinas Perdagangan Tuduh Pedagang Jual 36 Kios di Relokasi Pasar Johar

Per kios dijual Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.

SEMARANG- Sebanyak 36 kios di relokasi Pasar Yaik Permai dan Yaik Baru di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) disegel, Rabu (24/10/2018). Penyegelan dilakukan karena diduga kios tersebut telah diperjualbelikan.

Petugas menyegel kios relokasi Pasar Yaik Permai dan Yaik Baru di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (24/10/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, penyegelan sebagai tindak lanjut atas adanya laporan dari pedagang.

“Beberapa waktu lalu ada pengurus dari PPJ yang melaporkan adanya jual-beli kios dan meminta untuk ditindak. Hari ini kami langsung tindak,” kata Fajar Purwoto.

Dia mengungkapkan, dari laporan yang diterima masing-masing kios dijual dengan harga cukup tinggi antara Rp 40 juta sampai Rp 50 juta. Total transaksi jual beli kios secara illegal itu diperkirakan nilainya mencapai Rp 1,2 miliar.

“Ini jelas melanggar. Kami berikan tempat relokasi itu kepada pedagang bukan untuk diperjualbelikan. Itu merupakan aset pemkot,” tegasnya.

Fajar menjelaskan, rata-rata orang yang mau membeli lapak di relokasi MAJT tersebut, beranggapan agar mendapatkan lapak di Johar Baru setelah pembangunan pasar selesai. Padahal justru akan menyebabkan kesemrawutan data pedagang.

“Akan terjadi tumpang tindih antara siapa yang benar-benar berhak menerima kios dan yang tidak, ketika nanti kami lakukan penataan di Pasar Johar Baru. Bisa saja satu pedagang, memiliki lebih dari satu kios karena merasa sudah membeli lapak di pasar relokasi itu,” ungkapnya.

Dia menegaskan agar penjual mengembalikan uang yang sudah diterima alias pembatalan jual beli. Karena saat ini pihaknya sudah mengumpulkan bukti.

“Kami segel dan tidak boleh ditempati untuk sementara waktu. Karena masih bermasalah. Kita juga siap membawa ke jalur hukum,” tegasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.