Dinas Perdagangan Larang PKL Ikan Hias di Kota Lama

Pedagang ikan hias disediakan tempat di Pusat Ikan Hias Rejomulyo dan Pasar Dargo.

SEMARANG- Dinas Perdagangan Kota Semarang menegaskan dalam proses revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang harus steril dari Pedagang Kaki Lima (PKL). Keberadaan pedagang ikan hias di Jalan Kenari harus direlokasi di luar Kawasan Kota Lama.

Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau revitalisasi Kota Lama Semarang, Rabu (3/10/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menyikapi keinginan pedagang ikan hias yang meminta nantinya tetap dibolehkan berjualan di lokasi semula, yakni di Jalan Kenari.

“Dalam proses revitalisasi Kota Lama itu harus steril dari PKL. Karena itu kami sediakan relokasi untuk para pedagang itu di luar Kawasan Kota Lama,” katanya, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, pedagang ikan hias disediakan dua tempat relokasi di Pusat Ikan Hias Rejomulyo dan Pasar Dargo. Pedagang dipersilahkan memilih, kemudian akan dibangun oleh kontraktor.

“Saat rapat dengan pedagang ikan hias yang difasilitasi Komisi B DPRD Kota Semarang memang mereka menginginkan di Jalan Kedasih. Tapi kami tegaskan Kawasan Kota Lama harus steril dari PKL,” tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah perwakilan pedagang ikan hias Jalan Kenari memang kembali mendatangi Kantor DPRD Kota Semarang, Senin (08/10/2018). Perwakilan pedagang, Chafidin menyatakan mendukung program revitalisasi Kawasan Kota Lama. Dan juga bersedia untuk direlokasi sementara.

Namun demikian, setelah selesai proses revitalisasi pedagang harus dikembalikan ke lokasi semula untuk berjualan.

“Ada pembangunan silahkan saja, kita bersedia minggir dulu atau pidah sementara, tapi kalau sudah selesai pembangunannya kita kembali lagi di Jalan Kenari. Kami minta tempat relokasi yang tidak menyusahkan pedagang dan pembeli,” katanya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.