Dinas Pendidikan Kendal Siapkan Pembelajaran Daring

WORKSHOP : Sistem pembelajaran jarak jauh di SMP Negeri 1 Cepiring untuk mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran baru. Foto : alif hafidz/metrojateng.com

KENDAL – Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal menyiapkan sistem pembelajaran yang dilakukan dimasa pandemi covid-19.  Prinsip utamanya  adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidikan, maka pembelajaran jarak jauh akan menjadi solusinya.

 

Untuk itu pemerintah perlu melakukan langkah langkah, menggunakan aplikasi pembelajaran jarak jauh melalui daring. Panduan melalui daring ini  juga menjadi acuan pemerintah daerah dalam mengatur satuan pendidikan.

 

Banyak sekolah yang melakukan workshop terkait dengan pembelajaran jarak jauh melalui daring, salah satunya di SMP Negeri 1 Cepiring Kendal ini. Pihak sekolah mengadakan workshoop dengan nara sumber dari pengawas dan kepala dinas pendidikan kabupaten kendal.

 

Kepala SMPN 1 Cepiring, Zubaidi mengatakan karena saat ini dalam pandemi covid 19 maka sementara siswa di larang belajar di sekolah dengan tatap muka.

 

“Dengan belajar melalui aplikasi daring maka siswa bisa belajar dari rumah dan bisa di pantau langsung oleh guru”, ujarnya.

 

Selain itu nantinya orangtua siswa akan di panggil pihak sekolah untuk menerima buku paket satu anak satu untuk belajar di rumah. Sehingga guru nantinya akan membuat video dan melakukan pembelajarann jarak jauah melalui aplikasi daring.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan sesuai surat kesepakatan bersama empat menteri, pembelajaran jarak jauh tetap dilakukan baik melalui daring maupun luring.

 

“Untuk pembelajaran daring menggunakan aplikasi sehingga  siswa tetap bisa mendapat pembelajaran dari rumah. Sehingga sekalipun di rumah tetap bisa belajar,” katanya.

 

Karena saat ini dalam keadaan kedaruratan maka untuk siswa akan masuk sekolah belum jelas ,apalagi di kabupaten kendal merupakan zona merah sehingga tidak mungkin para siswa akan dimasukkan sekolah.

 

“Selain itu untuk pembelajaranini natinya akan di mulai dari jenjang SMA, kemudian SMP dan di teruskan ke SD/ TK dan PAUD.” imbuh Wahyu.

 

Ditambahkan para guru dilatih bagaimana membuat konten pembelajaran, dan mempraktekkan bagaimana cara membuat video pembelajaran yang menarik. Juga sekaligus guru-guru dilatih bagaimana memanfaatkan website sekolah  untuk menampilkan informasi dan menampilkan materi ajar. Sehingga dapat diakses oleh peserta didik dari rumah mereka masing-masing.(alf)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.