Dinas Kesehatan Diminta Bangun Puskesmas di Wilayah Muktiharjo

Keberadaan puskesmas baru tersebut dinilai penting, karena selama ini belum memiliki puskesmas. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat terkendala.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono. Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

 

SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang diharapkan untuk membangun Puskesmas di daerah Muktiharjo Kidul. Hal itu dikarenakan Puskesmas Tlogosari Kulon sudah melebihi standar jumlah penduduk atau warga masyarakat yang harus dilayani.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti mengatakan, banyak pasien yang harus dilayani Puskesmas Tlogosari Kulon. Sedangkan mayoritas dari mereka adalah merupakan warga Muktiharjo Kidul. Kebutuhan puskesmas baru ini juga asprasi masyarakat.

‘’Kami sering menerima aspirasi masyarakat tentang permohonan fasilitas kesehatan di Muktiharjo Kidul tersebut,’’ kata Detty, sapaan akrabnya, Rabu (20/2/2019).

Diakui memang juga ada Puskesmas Keliling (Pusling) yang menuju daerah Muktiharjo Kidul. Namun keberadaan puskesmas baru tersebut juga dinilai penting. Keberadaannya akan sangat membantu warga sekitar.

‘’Kalau sesuai peraturan perjalanan ke Puskesmas Tlogosari yang masih bisa ditempuh 15 menit, memang tidak memerlukan puskesmas lagi. Tapi itu kan kalau ditempuh dengan motor. Warga Muktiharjo Kidul rata-rata menengah kebawah, tidak semua memiliki motor. Jadi, bisa dikaji perlunya puskesmas ini,’’ terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Semarang Widoyono mengatakan di Puskesmas Tlogosari Kulon tiap hari melayani 200 sampai 300 pasien. Memiliki 32 tenaga kesehatan, 22 perawat dan empat orang dokter. Puskesmas ini melayani warga dari beberapa wilayah di Kecamatan Pedurungan seperti Muktiharjo, Tlogosari, dan lainnya.

Dikatakan, jumlah penduduk di Kecamatan Pedurungan mencapai 190 ribu jiwa. Dimana ratusan ribu jiwa itu dilayani oleh dua Puskesmas yang ada di Pedurungan. Sehingga satu Puskesmas bertanggungjawab melayani sekitar 90 ribu penduduk. Padahal standarnya satu Puskesmas melayani 30 ribu penduduk.

‘’Jika mengikuti standar itu seharusnya memang Kecamatan Pedurungan membutuhkan enam hingga tujuh Puskesmas,’’ katanya.

‘’Kota Semarang juga penduduknya termasuk tinggi mencapai 1,7 juta jiwa. Kalau sesuai standar juga seharusnya Kota Semaraag perlu sekitar 60 Puskesmas. Padahal kami hanya punya 37 puskesmas. Tapi, itu kalau dari jumlah penduduk,’’ terangnya.

Widoyono mengatakan, pihaknya sudah tidak menggunakan standar atau tolak ukur jumlah penduduk tersebut. Tapi saat ini lebih menggunakan tolak ukur jarak. Jika kurang dari 20 menit jarak tempuh dari rumah menuju Puskesmas maka itu masuk dalam standar.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Puskesmas Tlogosari Kulon meskipun bertanggungjawab melayani banyak pasien, tapi rawat inapnya sering kosong. ’’Berarti tidak ada pasien yang perlu dirawat. Tapi, tidak bisa disimpulkan begitu saja,’’ katanya.

Dia telah memerintah kepala Puskesmas tersebut untuk melakukan survei cepat guna mencari tahu alasan sepinya rawat inap. Apakah sepinya karena dokternya kurang, pelayanannya kurang bagus, tempatnya beda dengan rumah sakit, harus dicari tahu.

‘’Tapi, rawat inap di Puskesmas memang rata-rata hanya digunakan 50 persen di seluruh Kota Semarang. Oleh karena itu, kami perlu melakuakn kajian terkait masyarakat yang tidak memilih untuk rawat inap di Puskesmas,’’ tandasnya. (duh)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.