Dinas Ambil Alih Kios Kosong Pasar Srondol

Mereka diberi kios secara gratis, tapi tidak dimanfaatkan secara baik.

SEMARANG- Dinas Koperasi dan Usaha Mandiri Kecil Menengah Kota Semarang secara tegas mengambil kembali kios kosong di Pasar Srondol.

Petugas menyegel kios relokasi Pasar Yaik Permai dan Yaik Baru di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (24/10/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Kios itu sengaja dibiarkan oleh pedagangnya sehingga melanggar ketentuan peraturan.

Dalam media sosial Wali Kota Semarang sebelumnya ramai ada laporan bahwa Pasar Srondol yang dikhususkan untuk UMKM sepi. Banyak kondisi kios yang tutup. Dinkop dan UMKM menegaskan sudah mengambil langkah tegas terkait masalah itu.

“Mereka diberi kios secara gratis, tapi tidak dimanfaatkan secara baik. Maka kami ambil alih kembali dengan meminta kunci kiosnya,” kata Kepala Dinkop dan UMKM, Litani Satyawati, Kamis (08/11/2018).

Menurutnya, banyak pelaku UMKM lain yang sudah mengantri untuk mengisi kios kosong tersebut. Pasar Srondol harus hidup sesuai dengan komitmen Pemerintah Kota Semarang, yaitu sebagai pusat kegiatan UMKM.

Ia menegaskan berbagai upaya terus dilakukan untuk meramaikan pasar tersebut. Melalui berbagai kegiatan pelatihan. Seperti kegiatan pelatihan kreasi daur ulang, membatik, hingga pertemuan komunitas produk kreatif dan kegiatan lainnya.

“Semua kegiatan itu digelar sebagai strategi supaya pasar lebih ramai dan menarik pengunjung. Sekaligus menambah keterampilan dan pengetahuan bisnis terutama pemasaran UMKM,” tegasnya.

Dia berharap, para pelaku UMKM yang sudah diberi kepercayaan mengisi kios di Pasar Srondol, memiliki tanggung jawab dan rasa syukur. Diwujudkan dengan memanfaatkan kesempatan untuk menggunakan kios sebaik-baiknya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.