Dikeroyok Usai Nonton Orkes, Heri Tewas Penuh Tusukan

JEPARA – Seorang pemuda tewas mengenaskan usai menonton hiburan musik dangdut di Jepara. Korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan perut.

Foto: ilustrasi

Sugeng Heri Prasetya (22), warga Desa Pulodarat, RT 8 RW 1 Kecamatan Pecangaan, Jepara ditemukan terkapar 200 meter dari panggung hiburan dangdut di Desa Mantingan Kecamatan Tahunan, Jepara, Kamis (5/4) malam.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta membenarkan hal tersebut. “Iya memang benar, ada peristiwa penganiayaan, yang menyebabkan korban meninggal dunia. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” tuturnya, Jumat (6/4).

Kronologi kejadian bermula saat Heri dan kawan-kawannya menonton orkes dangdut di Desa Mantingan, pada Kamis malam. Saat itu, di tengah pertunjukan ada kericuhan, diantara penonton.

Merasa tak nyaman, Heri dan teman-temannya pun pergi. Ketika hendak menuju lapangan parkir, ada orang yang tak dikenal menghampiri rombongan Heri.

Diduga salah sangka, rombongan tak dikenal tersebut kemudian melakukan pengeroyokan, kepada Heri. Pelaku yang kini masih buron, kemudian memukulkan botol minuman ke kepala Heri, lalu menusukannya ke perut sebelah kanan dan punggung sebelah kiri.

“Informasi yang kami terima pengeroyokan terjadi 200 meter dari lokasi orkes dangdut,” ujar Ipda Bambang Suroyo, Kanit Lidik I, Satreskrim Polres Jepara.

Setelah korban terkapar di lokasi,  ia lantas dibawa ke rumah sakit pada Kamis malam, pukul 22.40 WIB. Korban sempat mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat, namun 20 menit berselang, Sugeng dinyatakan meninggal dunia.

Adapun, luka tusuk yang didapatnya berada di perut sebelah kanan dengan kedalaman lebih kurang 5 cm dan lebar 1 cm. Adapula luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri dan luka memar di kepala. Selain itu, adapula bekas memar di bagian wajah korban.

“Akibat tusukan di perut sebelah kanan, mengenai organ hati. Sementara tusukan di perut mengenai paru-paru. Kematian diakibatkan luka tusuk tersebut,” jelas Suroyo, setelah autopsi yang dilakukan oleh tim dokter polisi dan petugas medis RSUD RA Kartini Jepara.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 32 = 39

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.