Dikerjakan Tiga Tahap, Jalur Kereta Api Semarang-DIY Rampung 2037

Selain jalur utama sepanjang 121 km, akan dibangun pula akses menuju Borobudur di Kabupaten Magelang

MAGELANG – Jalur kereta api sepanjang 121 km dari Semarang menuju Yogyakarta dipastikan akan diaktifkan lagi. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI sudah membuat trase atau rute, di mana 60 persen merupakan jalur lama sedangkan 40 persen jalur baru.

Rapat koordinasi Kementerian Perhubungan RI terkait rencana pembangunan jalur rel kereta api Semarang-Yogyakarta, Selasa (4/12) di Hotel Atria Magelang, Selasa (4/12/2018). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Hal itu disampaikan Kasubdit Penataan dan Jaringan Ditjen Perkeretaapian, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan RI, Rudi Damani, usai rapat koordinasi teknis kedua di Hotel Atria Kota Magelang, Selasa (4/12/2018).

Rudi mengatakan, setelah trase selesai, maka tahap berikutnya adalah menunggu penetapan dari Menteri Perhubungan. Adapun wilayah yang dilalui meliputi Grobogan, Semarang, Ambarawa, Temanggung, Kabupaten dan Kota Magelang serta Yogyakarta.

“Penetapan menunggu rekomendasi dari gubernur dan kepala daerah yang dilalui terkait dengan kesesuaian tata ruang dan perencanaan masing-masing wilayah,” terangnya.

Rudi menambahkan, jalur baru yang nantinya akan dibangun dimulai dari Stasiun Ambarawa menuju ke Yogyakarta. Sebab jalur-jalur lama di wilayah ini, hampir seluruhnya sudah berubah fungsi menjadi rumah dan bangunan-bangunan lainnya.

Jalur terpanjang ada di Kabupaten Semarang sepanjang 47.500 m, sedangkan terpendek Kota Magelang 1.150 m.

Untuk tahap prakonstruksi akan dimulai pada 2019 sampai 2022. Selanjutnya tahap pertama 2023-2027, tahap kedua 2028-2032, dan tahap ketiga 2033-2037. “Tahap ini memang sangat panjang untuk sampai pada pengoperasian,” katanya.

Dikatakannya, jalur yang akan dibangun rencananya berupa double track. “Kalau bangun single track kapasitasnya sangat terbatas, sehingga kita rencanakan double track,” ujarnya.

Menyinggung soal lahan, kata Rudi, untuk jalur baru akan ada pembebasan lahan milik warga. Ditambahkan, selain jalur utama sepanjang 121 km, akan dibangun pula akses menuju Borobudur di Kabupaten Magelang, sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Jalur yang dibangun diperkirakan sepanjang 8.900 M dan akan dibangun pula untuk siding dipo pasir sepanjang 3.500 M.

Rp 7,7 Triliun

Rudi menyebutkan, biaya untuk pembangunan jalur rel kereta api Semarang-Yogyakarta ini mencapai triliunan rupiah. Di tahap pertama untuk segmen Magelang estimasi biaya Rp 61 miliar per kilometer. Sedangkan untuk jalur Palbapang-Borobudur Rp 405 miliar/km.

Untuk tahap 2, Magelang-Kedungjati sebesar Rp 41 miliar/km. Untuk tahap tiga sudah dibangun double track lebih murah sebesar Rp18 miliar/km.

“Biayanya bisa mencapai Rp7,7 triliun. Terdiri dari tahap pertama Rp2,5 T, tahap kedua Rp3 T dan tahap ketiga Rp2,2 T. Proses ini tergantung ketersediaan anggaran, bisa sekaligus kalau anggarannya ada. Tapi karena banyak ya bertahaplah,” paparnya.

Menurut Rudi, untuk pembuatan jalur kereta api ini, yang membutuhkan waktu lama adalah soal pembebasan lahan. “Kalau membangun mungkin setahun selesai, tapi yang lama soal pembebasan lahan. Untuk tahap ini kemungkinan akan dilaksanakan 3 tahun yang akan datang,” ujarnya.

Rudi juga menyatakan, jalur kereta api yang akan dibangun ini, juga untuk meningkatkan kunjungan pariwisata. Karena Borobudur menjadi magnet pariwisata di Jateng dan DIY, maka pembangunan ke jalur itu tidak akan ditinggalkan.

Kabid Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dishub Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro menambahkan, diaktifkannya kembali jalur kereta api ini sangat strategis. Fungsinya pun bisa sangat kompleks, dari wisata, penumpang, hingga angkutan barang.

Untuk angkutan wisata karena ada Borobudur sebagai magnetnya. Penumpang bisa lebih efektif bepergian dari Semarang ke Jogja atau sebaliknya. Untuk angkutan barang nanti disambungkan jalurnya ke pelabuhan, sehingga akan lebih efisien lagi. (MJ-24)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.