Dewan Tak Mau Dengar Uraian Bupati, Paripurna Hanya Lima Menit

Kantor DPRD Kendal 

KENDAL – Lantaran diinterupsi anggota FPDI Perjuangan Akhmad Suyuti, rapat paripurna DPRD Kabupaten Kendal Jumat (15/09) siang, berlangsung singkat, sekitar lima menit. Sedianya rapat paripurna itu beragendakan penyampaian jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kendal atas RAPBD Perubahan dan Belanja Daerah anggaran 2017

Dalam rapat paripurna tersebut penyampaian Bupati Kendal atas jawaban pandangan umum fraksi DPRD diwakili oleh Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur. Kendati demikian, jumlah anggota dewan yang hadir terpenuhi kourum dari 45 hadir 30 orang anggota dewan.

Dalam interupsinya, Akhmat Suyuti  meminta agar jawaban Bupati tidak usah dibacakan mengingat uraian panjang sehingga akan memakan waktu lama. “Kami minta dibacakan muqodimahnya saja, sebab semua fraksi sudah menerima jawaban Bupati secara tertulis, sehingga bisa dipelajari sendiri-sendiri” tuturnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun yang memimpin jalannya rapat paripurna mengatakan bahwa agendanya hanya sebatas penyampaian atas jawaban dari pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD saja. “Jadi sudah dianggap sah dan tidak perlu dibacakan, sebab dewan kerja hanya membutuhkan data akurat saja,” terangnya.

Pada rapat paripurna tersebut, jawaban Bupati Kendal atas pandangan umum fraksi sudah tertulis dan termaktub serta dituangkan dalam buku laporan. Sehingga, anggota dewan fraksi DPRD Kendal lebih memilih untuk mempelajarinya masing-masing.

Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi – fraksi diantaranya Perubahan APBD 2017 telah memprioritaskan pada pelaksanaan perencanaan pembangunan tahun 2018. Khusus untuk Dinas PUPR memang tidak mendapatkan tambahan alokasi anggaran, namun melakukan pergeseran dari kegiatan yang tidak dapat terlaksana untuk kegiatan perencanaan tahun 2018.

Anggaran perubahan untuk perencanaan kegiatan jalan kurang lebih Rp. 613.350.000,- digunakan untuk perencanaan peningkatan jalan tahun 2018 dengan harapan di awal tahun anggaran 2018 dapat dilaksanakan lebih awal.

Rencananya ada sebanyak 12 paket, masing-masing Rp 50.000.000,- terdiri atas 1 paket gorong-gorong, 1 paket jembatan dan 10 paket infrastruktur jalan. Untuk kegiatan yang belum selesai, tetap akan dipicu agar pelaksanaannya tepat waktu. Sedangkan kegiatan yang sudah dilaksanakan tetap diadakan pemantauan agar bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 4 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.