Diiming-imingi Rp 15 Ribu, Dua Bocah Dicabuli Tukang Becak

Tersangka St (52) mengaku nekat mencabuli dua bocah perempuan berusia 8 tahun di Tanggul Sungai Ketiwon Tegal, Selasa (18/6) pekan lalu.

TEGAL – Seorang penarik bentor atau becak motor ditangkap petugas Satreskrim Polsek Tegal Timur, Kota Tegal. Tersangka dilaporkan mencabuli dua bocah berumur delapan tahun. Modusnya, tersangka mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp 15 ribu untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

Polsek Tegal Timur menggelar perkara kasus pencabulan yang dilakukan seorang penarik becak motor atau bentor. Foto : metrojateng.com/ adithya

Dalam gelar perkara di Mapolsek Tegal Timur, Kamis (27/6/2019) siang, tersangka St (52) mengaku nekat mencabuli dua bocah perempuan berusia 8 tahun di Tanggul Sungai Ketiwon Tegal, Selasa (18/6) pekan lalu.

Dijelaskan St, saat kejadian secara tak sengaja dirinya bertemu kedua korban di sebuah jalan di wilayah Kelurahan Slerok. Lalu dia mengajak korban naik bentor miliknya ke tanggul sungai. Agar korban mau menuruti ajakannya, tersangka memberi iming-iming uang Rp 15 ribu.

“Ketemu di depan Kantor KUA Tegal Timur, lalu mereka saya naikkan bentor ke dekat sungai,” kata Sutarjo kepada awak media.

Tersangka sengaja membawa korban ke tanggul sungai, karena jauh dari permukiman warga. Karena sudah dibuai iming-iming uang, korban menurut saja saat tersangka melampiaskan nafsunya. Setelah puas, tersangka kembali membawa kedua korban ke tempat semula.

Sementara itu, Kapolsek Tegal Timur, Kompol Agus Endro mengemukakan, tersangka ditangkap di rumahnya, di Desa Rancawiru, Kabupaten Tegal, setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban.

Tersangka yang sudah beristri dan memiliki satu orang anak ini, mengaku tega mencabuli kedua korban karena lebih mendapatkan kepuasan seksual dengan anak-anak dibanding berhubungan dengan istrinya.

“Jadi memang tersangka ini bisa disebut penyuka anak-anak atau pedofil. Saat ditangkap, ternyata dia masih bestatus wajib lapor karena kasus membawa kabur anak dibawah umur,” terang Kapolsek.

Namun, sambung Kapolsek, pada saat itu tersangka belum sempat melancarkan aksinya sehingga hanya diwajibkan lapor. Sementara akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara, lantaran melanggar Pasal 82 junto 76e UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.