Diguyur Hujan, Talud Tol Pejagan-Pemalang Longsor

Timpa Saluran Irigasi

Terdapat lima titik talud yang longsor berada di ruas kilometer 288.

SLAWI – Talud di ruas jalan tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di Desa Gembongdadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal longsor akibat tergerus hujan. Meski tak berdampak pada badan jalan, material longsor menutup saluran irigasi sehingga dikeluhkan petani.

Backhoe milik PT Waskita Karya didatangkan ke lokasi longsor untuk melakukan penanganan. Foto : metrojateng.com/ adithya

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (5/1), talud yang longsor berada di ruas kilometer 288. Terdapat lima titik talud yang mengalami longsor. Sebagian titik itu sudah ditutup dengan kain khusus untuk mencegah terjadinya longsor susulan.‎ Satu alat berat backhoe milik PT Waskita Karya juga tampak didatangkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Longsor yang terjadi akibat kondisi tanah yang masih labil dan guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir itu belum sampai berdampak pada konstruksi badan jalan tol. Namun material longsor menutup saluran irigasi sehingga dikeluhkan petani setempat.

Menurut salah seorang petani, Khaerudin, ‎material longsor menutup saluran irigasi sehingga menyebabkan banjir di sawah dan jalan desa saat hujan lebat turun.

“Saluran irigasi tertutup jadi banjir. Karena itu kami minta PT Waskita untuk segera memperbaiki saluran‎ irigasi yang tertutup longsoran,” ujarnya, Sabtu (5/1/2019).

Kepala Desa Gembongdadi ‎Joni membenarkan kondisi talut yang longsor dikeluhkan petani karena berdampak ada saluran irigasi untuk mengairi sawah mereka.

“Kami sudah sampaikan ke PT Waskita kondisi talut yang longsor sehingga sedang dilakukan penanganan,” ujarnya saat dihubungi.

Sementara itu, belum ada pihak dari PT Waskita Karya selaku kontraktor pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang yang bisa dimintai keterangan terkait penanganan longsor tersebut dan dampaknya. (MJ-10)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.