Diduga Kecapekan, Relawan PMI Pekalongan Meninggal di Lombok

Almarhum bertugas mengantarkan air bersih dengan mengendarai kendaraan tangki air PMI untuk disalurkan ke masyarakat terdampak gempa

SEMARANG – Diduga kelelahan saat bertugas, seorang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) ditemukan meninggal dunia di pusat gempa bumi di Lombok, NTB. Relawan atas nama Afni Fastabiqul Strata Utama itu ditemukan oleh rekannya dalam kondisi tak bernyawa di dalam tenda darurat pengungsian korban gempa Lombok.

Ilustrasi. Pemberangkatan relawan Kendal ke Lombok, Selasa (14/8/2018). Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Dari data yang dihimpun, Tata, panggilan almarhum meninggal hari ini, Jumat (24/8/2018) pukul 07.30 WITA. Koordinator Tim WASH PMI, Sukri SKM menyebut Tata merupakan relawan asal Pekalongan berusia 26 tahun yang bertugas di Lombok sejak 18 Agustus kemarin yang tergabung dengan lembaganya.

Tata bertugas membantu masyarakat terdampak gempa Lombok. Dia bergabung dalam Tim WASH (Water Sanitation Hygiene) PMI untuk bertugas selama sebulan di Lombok.

“Sehari-harinya, almarhum bertugas mengantarkan air bersih dengan mengendarai kendaraan tangki air PMI untuk disalurkan ke masyarakat terdampak gempa di wilayah Lombok Utara,” tuturnya, dalam keterangan yang didapat metrojateng.com.

Kematian Tata sangat mengejutkan para relawan yang menginap dalam satu tenda.

Semula, kata Sukri, pukul 06.15 WITA almarhum sempat dibangunkan oleh rekannya yang bersama-sama menempati Camp WASH PMI di Dusun Lokorangan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Sukri menyebut kebiasaan itu sudah dilakoni sesama relawan yang bertugas di Lombok. “Kami terbiasa setiap pagi saling membangunkan teman-teman untuk sarapan, bersih-bersih, dan bersiap untuk bertugas,” akunya.

Akan tetapi saat dibangunkan, Tata saat masih sadar. Namun ia kembali tidur. “Saya pikir mungkin dia masih butuh tidur karena toh hari masih pagi,” jelas Sukri.

Pukul 07.19 WITA, rekan-rekannya kembali membangunkan Tata yang belum juga terbangun. Saat itu mereka menyadari bahwa Tata sudah tidak ada respon dan sudah tidak ada denyut nadi.

Tim WASH lalu bergegas mengontak Tim Medis PMI yang berada di Posko PMI Rest Area Kayangan untuk meminta ambulans.

Mengetahui hal itu, almarhum segera dibawa dengan ambulans PMI dan dirujuk ke Puskesmas Gangga, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Dalam perjalanan menuju puskesmas, tim medis PMI sempat melakukan pijat jantung dan pengecekan ulang respon almarhum, namun sudah tidak ada tanda kehidupan. Tim medis PMI memperkirakan almarhum sudah meninggal sejak di Camp WASH PMI.

Tim dokter di puskesmas kembali melakukan pemeriksanaan, namun menyatakan almarhum sudah meninggal. Puskesmas mengeluarkan pernyataan resmi bahwa almarhum dinyatakan meninggal pukul 07.30 WITA.

Hari ini jenazah almarhum dibawa ke Markas PMI NTB di Mataram untuk acara pelepasan resmi dan doa bersama oleh pengurus dan para relawan. Selanjutnya jenazah akan diterbangkan ke Semarang untuk dimakamkan di Pekalongan Jawa Tengah. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.