Diduga Jaringan Penipuan Internasional, 40 WNA Digerebek di Rumah Mewah

Puluhan orang tersebut diduga merupakan jaringan internasional yang melakukan tindak kejahatan penipuan pemerasan.

SEMARANG – Empat puluh warga negara asing (WNA) asal Taiwan dan Tiongkok ditangkap oleh petugas Imigrasi Semarang. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah mewah yang berada di Jalan Puri Anjasmoro Blok M2 nomor 11, Semarang Barat. Puluhan orang tersebut diduga merupakan jaringan internasional yang melakukan tindak kejahatan penipuan pemerasan.

 

Rumah mewah di Jalan Puri Anjasmoro Blok M2 nomor 11 yang digunakan sebagai tempat 40 WNA beraksi terlihat sepi. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

Kadiv Keimigrasian Provinsi Jawa Tengah Ramli HS, membenarkan adanya penangkapan 40 orang WNA tersebut. Penangkapan ini terkait dugaan kejahatan cyber crime, yakni penipuan dan pemerasan.

“Ada 40 orang WNA yang ditangkap. 10 orang mengaku warga negara Taiwan dan 30 orang warga negara Tiongkok. Tapi yang 30 orang ini belum bisa menunjukkan dokumennya, kalau yang 10 sudah,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (21/4/2019).

Penggerebekan dilakukan pada Kamis (18/4/2019) lalu. Saat ini, pemeriksaan terhadap empat puluh WNA tersebut masih dilakukan di Rudenim Krapyak Semarang. Meski demikian Ramli belum dapat menjelasakan secara detail.

“Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan pada konferensi pers besok. Ini bukan yang pertama, dulu pernah ada. Modusnya sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji, mengatakan empat puluh WNA yang ditangkap tersebut terdiri atas 36 pria dan 6 wanita. Mereka rata-rata berusia antara 25-30 tahun.

“11 orang di antaranya merupakan DPO Interpol. Saat ini masih diperiksa di Rudenim. Terkait langkah apa yang akan diambil untuk para WNA itu adalah kewenangan Imigrasi,” kata Abioso yang sempat mengunjungi Rudenim Krapyak, Minggu (21/4/2019).

Selain mengamankan 40 WNA, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 29 ponsel, sepuluh paspor berkebangsaan Taiwan, uang tunai Rp 35 juta, 3 pejer, satu bendel dokumen, 64 unit telepon rumah, dan beberapa peralatan komputer. (aka)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.