Diduga Curang, Anggota KPU Karanganyar Diadili DKPP

Seorang anggota KPU Karanganyar dilaporkan atas dugaan melakukan kecurangan saat mendaftar sebagai anggota KPU. Saat ini kasusnya sedang disidangkan.

Sidang kode etik yang digelar DKPP untuk mengusut dugaan kecurangan dalam seleksi anggota KPU Karanganyar. (Foto: Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik di Kantor Bawaslu Jawa Tengah untuk mengusut kasus dugaan kecurangan dalam proses seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar.

 

Dalam sidang etik kali ini, Suharjanto selaku anggota KPU Karanganyar dihadirkan sebagai pihak yang dilaporkan oleh warga setempat.

 

Ketua DKPP, Harjono, mengatakan kasus dugaan kecurangan tersebut muncul dari aduan masyarakat yang tidak puas terhadap hasil seleksi anggota KPU Karanganyar.

 

Ketika Suharjanto dinyatakan lolos seleksi, warga ada yang mengendus gelagat mencurigakan. Musababnya, Suharjanto diketahui merupakan warga Boyolali.

 

“Menurut pengadu, teradu sebenarnya merupakan warga dan berdomisili di Boyolali. Tapi, kenapa bisa lolos seleksi di Karanganyar. Jadi yang mengadukan itu pesaingnya,” ujar Harjono ketika ditemui metrojateng.com, usai sidang etik di kantor Bawaslu Jateng, kompleks Rumdin DPRD, Papandayan Semarang, Jumat (8/2/2019).

 

Dalam kasus itu, Suharjanto diduga bertindak curang saat mendaftar sebagai anggota KPU Karanganyar. Namun, menurutnya kasus itu tergolong masalah klasik.

 

Terlebih lagi, ketika diadili di Bawaslu, Suharjanto berupaya membuktikan bahwa domisilinya sudah resmi tercatat sebagai warga Karanganyar.

 

Pembuktian dilakukan dengan menyodorkan berkas keterangan tempat tinggalnya yang berada satu rumah dengan neneknya.

 

“Ada tiga tim pemeriksa daerah yang juga ikut. Nanti TPD akan membuat laporan, apakah perlu direkomendasikan untuk disidangkan ke Jakarta. Jadi keputusannya nanti akan diambil dalam sidang di Jakarta,” katanya.

 

Ketiga anggota TPD yang dimaksud antara lain, Andreas Pandiangan mewakili tokoh masyarakat setempat, Sri Wahyu Ananingsih dari Bawaslu Jateng, dan Diana Ariyanti dari KPU Jateng.

 

Dugaan kecurangan saat seleksi perekrutan anggota KPU, terangnya, merupakan kasus paling mendominasi yang sedang ditangani oleh DKPP. Setahun terakhir hampir seratus kasus dugaan kecurangan yang ditangani pihaknya.

 

Kasusnya beragam. Mulai diduga terlibat partai politik, perekrutan yang dinilai tidak transparan, dan kecurangan saat seleksi.

 

Ia menuding tim seleksi masing-masing daerah sering teledor sehingga dengan gampang meloloskan calon anggota KPU tanpa melihat detail latar belakangnya.

 

“Kadang mereka enggak memiliki informasi terkait calon anggota yang diseleksi,” cetusnya. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.