Di Era Digital, Bisnis Cetak Tak Lekang Begitu Saja

Sasar UMKM dan Industri Kreatif

Bisnis printing masih akan terus berkembang, terutama di segmen pembuatan label dan kemasan (packaging)

SEMARANG – Di era digital, bisnis grafika tak lantas lekang begitu saja. Pelaku bisnis ini terus mencari terobosan-terobosan baru. Tidak hanya membidik segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tapi juga industri kreatif.

digital printing
Pemilik Monokrom Printing & Design, Agus Riyanto (kiri) dan Sebastian Pradipta (kanan) didampingi Chief Executive Astragraphia, Eko Wahyudi Santoso (tengah) menunjukkan hasil cetak mesin Fuji Xerox Iridesse Production Press di sela pembukaan Monokrom Printing di Jl Citarum No 41 Semarang, Kamis (6/12/2018). (Foto : metrojateng/Anggun Puspita)

Pemilik Monokrom Printing & Design, Agus Riyanto mengatakan, disamping memberikan kepuasan kepada pelanggan pihaknya juga mengembangkan bisnisnya melalui mesin cetak yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kami menghadirkan terobosan baru pada bisnis print shop di Semarang dan Jawa Tengah. Salah satunya menggunakan mesin produksi Fuji Xerox Iridesse Production Press dari Astragraphia Document Solution sebagai mesin unggulannya,” katanya saat ditemui dalam pembukaan Monokrom Printing di Jl Citarum No 41 Semarang, Kamis (6/12/2018).

Monokrom Printing menggunakan mesin tersebut dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki Kota Semarang. Program Semarang Smart City sebagaimana konsep pengelolaan kota berbasis digital dan terintegrasi serta fokus pada perkembangan ekonomi daerah, maka erat hubungannya dengan pertumbuhan UMKM.

“Melihat dari perkembangan UMKM dan industri kreatif di Semarang sekarang ini, kami optimis bisnis printing masih akan terus berkembang, terutama di segmen pembuatan label dan kemasan (packaging). Kami melihat segmen itu merupakan bisnis yang menunjang bisnis-bisnis lain sehingga pasar yang dituju masih terbuka luas,” katanya.

Astragraphia yang selama ini dikenal sebagai pemimpin di industri mesin-mesin printing Fuji Xerox, juga berkomitmen untuk mendukung bisnis grafika yang kian menjanjikan, khususnya di Kota Semarang.

Chief Executive Astragraphia, Eko Wahyudi Santoso mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk menghadirkan inovasi-inovasi yang dapat mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang dinamis.

“Salah satunya melalui mesin unggulan Fuji Xerox Iridesse Production Press dengan fitur dan spesifikasi tinggi sehingga pelanggan tidak perlu ragu saat menuangkan desain yang mereka miliki dari versi digital untuk kemudian dicetak,” katanya.

Adapun mesin tersebut juga menunjang pertumbuhan UMKM, khususnya dalam pembuatan label dan kemasan. Kondisi itu dilihat dari survei yang telah dilakukan Astragraphia di tahun 2018, bahwa bisnis percetakan ritel bisa tumbuh karena 50%nya disumbang oleh cetak label dan kemasan produk UMKM.

Kendati demikian, Monokrom Printing tidak hanya mengambil kue ritel dari UMKM, tapi juga corporate dengan memfasilitasi desainer di bidang grafis hingga fotografi. (ang)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.