Dewan Usul Terminal Baru, Pemkot Pilih Maksimalkan BRT

Yang penting, kelompok yang selama ini mendapatkan rezeki dari transportasi itu tidak merasa dimatikan, mereka harus ikut terlibat.

SEMARANG- Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengusulkan adanya terminal di tengah kota. Mengingat tingkat kepadatan lalu lintas dan laju perekonomian di Kota Semarang dinilai cukup tinggi.

Bus Trans Semarang berhenti di selter BRT Simpang Lima yang baru, Kamis (20/9/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

Menurutnya, idealnya Semarang sudah memiliki setidaknya enam titik terminal. Tapi, saat ini baru ada lima titik terminal penumpang yakni Terminal Terboyo, Terminal Mangkang, Terminal Cangkiran, Terminal Banyumanik, dan Terminal Penggaron. Terminal Terboyo saat ini beralihfungsi jadi terminal barang.

“Dulu juga ada angkutan kota jurusan Johar-Penggaron, Johar-Genuk, Johar-Panggung, Johar-Karangayu-Mangkang, Johar-Banyumanik. Johar sebagai porosnya, tapi setelah terbit aturan trayek dari pemerintah, justru Johar sekarang sudah tidak ada terminalnya,” ungkapnya, Selasa (27/11/2018).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengakui, usulan adanya terminal tengah kota merupakan usulan yang bagus. Namun hal tersebut, tentu membutuhkan kajian ketersediaan tempat yang tentu butuh lahan besar.

“Kami akan periksa, apakah ada lahan yang cukup besar di tengah kota untuk terminal. Kami juga harus melihat persoalan sosial, misalnya kemacetan di sekitar terminal itu,” katanya.

Pemkot Semarang saat ini, katanya, memilih terus berupaya mengoptimalkan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Hingga kini keberadaannya sudah ada tujuh koridor, dan akan terus ditambah agar menjangkau seluruh penjuru wilayah Kota Semarang.

Untuk mengatasi wilayah-wilayah permukiman yang belum terjangkau oleh tujuh koridor BRT Trans Semarang, pihaknya akan menggandeng para pengusaha jasa transportasi yang sudah ada.

“Yang penting, kelompok yang selama ini mendapatkan rezeki dari transportasi itu tidak merasa dimatikan, mereka harus ikut terlibat. Kemudian kami tata bareng-bareng, masyarakat bisa memakai fasilitas transport yang bersih dan juga nyaman,” tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.