Dewan : Tiang dan Kabel Semrawut Rusak Keindahan Kota

Masalah kesemrawutan itu sangat kontras dengan prestasi yang telah diraih oleh Kota Semarang sebagai daerah yang bersih, rapi dan ramah.

Petugas PLN sedang melakukan perawatan instalasi listrik. Melalui layanan dan kemudahan yang diberikan kepada masyarakat, kinerja PLN UID Jateng dan DIY tumbuh positif di Triwulan I-2019. Foto: dokumentasi

SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti kondisi tiang dan kabel telepon maupun internet yang tidak tertata rapi alias semrawut. Selain merusak keindahan kota, utilitas tersebut merampas hak pejalan kaki karena memakai lahan trotoar.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, pengawasan pemerintah minim sehingga utilitas jaringan kabel tersebut tidak teratur. Dia mendesak pemerintah dapat mengurai kesemrawutan tersebut dan menertibkan.

‘’Banyak terlihat, satu bidang trotoar yang sempit, berdiri lima hingga tujuh tiang yang menggerombol. Di gang sempit di dalam perumahan padat pula. Sangat tidak elok dipandang. Terlebih bila ada kabel putus lalu bergelantungan, sangat membahayakan warga,’’ katanya, Rabu (4/12/2019).

Masalah kesemrawutan ini, imbuh dia, harus segera diurai. Harus segera ditertibkan.

Anggota Komisi C, Gumilang Febriyansyah menambahkan, masalah kesemrawutan itu sangat kontras dengan prestasi yang telah diraih oleh Kota Semarang sebagai daerah yang bersih, rapi dan ramah.

“Pemerintah sudah menata kota. Sudah mendapat prestasi di bidang tata kota. Tetapi jaringan kabel sangat semrawut. Ini harus segera ditata dan ditertibkan,” ujarnya.

Febri, panggilan akrab sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta agar segera digelar rapat lanjutan untuk meminta Pemerintah memaparkan data jaringan utilitas.

“DPRD bersama unsur masyarakat akan mengevaluasi seberapa banyak tiang dan saluran kabel utilitas, serta seberapa titik lokasi yang mengganggu fungsi trotoar maupun fungsi saluran air. Kami minta segera dibuat rapat lanjutan untuk membahas masalah ini lebih rinci. Harus tahu detail peta persebaran tiang dan kabel utilitas. Harus kita ketahui titik-titik mana yang merusak atau mengganggu fungsi infrastuktur kota,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Walikota Semarang Hendrar Prihadi pada tahun 2017 lalu sebenarnya telah mengeluarkan kebijakan mengatur pembangunan jaringan kabel bawah tanah. Sebagai bagian dari upaya menjadikan Semarang sebagai Smart City.

Pada 13 Juni 2017 Hendrar Prihadi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkot Semarang dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (Apjatel) di Ballroom Crowne Plaza Semarang.

Pemkot Semarang bersama Apjatel akan memindahkan secara bertahap seluruh kabel internet dari tiang di atas tanah, menjadi berada di bawah tanah. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.