Dewan Soroti Molornya Penerapan Parkir Berlangganan

Selama ini pengelolaan parkir di Kota Semarang melibatkan mata rantai yang panjang dan kompleks.

SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti molornya uji coba penerapan sistem parkir berlangganan yang seharusnya dilakukan November 2018. Hal ini dinilai bukti adanya perencanaan yang kurang matang.

Razia Parkir Liar
Dishub menggembok mobil yang parkir di halte BRT, Selasa (31/7). Rencana penerapan parkir berlangganan belum ada titik terang. Foto: metrojateng.com/istimewa

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto mengatakan, banyak instrumen yang seharusnya dipersiapkan secara komprehensif. Mulai dari teknis pelaksanaan, pendataan, perlengkapan dan infrastruktur pendukung, payung hukum, hingga anggaran.

‘’Tidak kalah penting adalah strategi meminimalkan terjadinya konflik di lapangan. Karena selama ini pengelolaan parkir di Kota Semarang melibatkan mata rantai yang panjang dan kompleks. Mata rantai ini bakal terputus dengan diterapkannya parkir berlangganan,’’ katanya, Minggu (11/11/2018).

Menurutnya, ada banyak pihak dari kelompok swasta maupun oknum petugas yang tak bertanggung jawab, turut bermain dalam perputaran uang parkir. Dengan penerapan parkir berlangganan mereka tidak akan dapat lagi menerima ‘jatah’ uang parkir. Hal seperti ini perlu diantisipasi juga agar jangan sampai terjadi keributan apalagi hingga menimbulkan korban.

‘’Kami melihat ada banyak hal yang belum dibahas secara mendalam dan bagaimana cara mengatasinya,’’ tegas politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Wachid meminta agar Dinas Perhubungan Kota Semarang melengkapi instrumen apa saja yang harus disiapkan. Semua hal yang memiliki potensi masalah perlu diantisipasi sejak awal. Termasuk rambu-rambu, mesin parkir meter, kesiapan petugas atau pengawas parkir, maupun sistem dan anggaran penggajian petugas parkir harus disiapkan.

‘’Tidak kalah penting adalah sosialisasi kepada para jukir yang akan dilibatkan sebagai operator. Mereka harus bisa bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.