Dewan Siap Bantu Selesaikan Kasus Mafia Tanah Warga di Mangkang Kulon

Upaya warga yang telah mengadu ke DPRD Kota Semarang adalah sebagai jalan terakhir.

SEMARANG – Kasus mafia tanah warga yang terjadi di Mangkang Kulon Kecamatan Tugu ikut menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Dewan siap memediasi penyelesaian kasus mafia tanah warga tersebut.

Ilustrasi

Dewan akan memanggil pihak perusahaan dalam waktu dekat. Pasalnya, Dewan telah menerima aduan para petani yang menjadi korban mafian tanah.

“Kami siap menjadi mediator penyelesaian kasus tanah di Mangkang Kulon, mudah-mudahan upaya warga ke DPRD Kota Semarang menjadi langkah terakhir,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, belum lama ini.

Setelah mengetahui permasalahan dari keterangan para petani, langkah yang akan dilakukan Dewan adalah mempertemukan semua pihak yang mengetahui transaksi tanah. Termasuk dari pihak Pemerintah Kota Semarang dan perusahaan.

“Nanti perusahaan, para petani, Pak Wali dan beberapa pihak yang ada di dalamnya (mengetahui tranksasi tanah) akan kita panggil untuk penyelesaian kasus ini. Saya berharap perusahaan komitmen dengan perjanjiannya yakni membayar sesuai kesepakatan dengan para petani,” tegasnya.

Kuasa hukum warga, Sugiarto mengatakan, upaya warga yang telah mengadu ke DPRD Kota Semarang adalah sebagai jalan terakhir dalam usahanya menyelesaiakan kasus tanah di Mangkang Kulon.

“Kita sudah kemana-mana, ke DPRD Jateng, ke Kepolisian tapi belum mendapatkan hasil dan tidak ada titik terang. Mudah-mudahan ke DPRD Kota Semarang ini menjadi jalan terakhir untuk mendapatkan kejelasan dan penyelesaian,” ujarnya.

Sugiarto menegaskan, para petani tidak meminta yang aneh-aneh dan tidak mau mencari musuh. Tapi para petani hanya meminta kejelasan, yaitu kalau perusahaan jadi membeli segera selesaikan dan kalau tidak maka proses dibatalkan, apalagi perusahaan dinilai sudah wanprestasi. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.