Dewan Sebut Pembangunan Pasar Wonodri Molor, Dinas Berkilah

Kasihan pedagang karena harus berjualan di pasar sementara dengan waktu yang lama.

SEMARANG- Molornya pembangunan Pasar Wonodri sangat disesalkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Dari target penyelesaian akhir tahun 2018, hingga lima hari menjelang pergantian tahun ini masih banyak pembangunan yang belum dikerjakan.

Pedagang membongkar sendiri kiosnya di Pasar Wonodri karena akan dilakukan pembangunan, Jumat (6/4). Foto: masrukhin abduh

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Syahrul Qirom mengatakan, molornya pembangunan pasar akan merugikan para pedagang yang saat ini direlokasi ke pasar sementara. Dinas Perdagangan yang membawahi masalah pasar ini harus mencarikan solusi untuk para pedagang tersebut.

“Kasihan pedagang karena harus berjualan di pasar sementara dengan waktu yang lama. Padahal target pembangunannya hanya satu tahun. Kami berharap Dinas Perdagangan mencari solusi terkait keterlambatan ini. Termasuk memfasilitasi pedagang yang kini berada di lapak sementara,” katanya, Kamis (27/12/2018).

Keterlambatan pembangunan pasar ini, dinilai juga merugikan masyarakat umum. Sebab lalu lintas di sekitar Pasar Wonodri menjadi kacau karena para pedagang berjualan di pinggir jalan raya. Harus ada upaya dari Dinas Perdagangan agar pedagang tidak berjualan di jalan, misalnya memasukan pedagang ke bangunan baru meskipun pasar belum jadi.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil kontraktor. Pihaknya ingin mensinkronkan informasi tentang keterlambatan pembangunan ini.

“Proses lelangnya juga harus dilihat, apakah dulu ada keterlambatan dalam proses lelang. Karena tidak menutup kemungkinan proses lelang telat karena administrasi dari dinas terlambat dimasukkan ke ULP, sehingga pekerjaan baru bisa dikerjakan pertengahan tahun ini. Dalam waktu dekat kami akan mengundang kedua belah pihak untuk menjelaskan persoalan ini,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto berkilah pembangunan Pasar Wonodri terus dikebut. Diklaim pembangunan saat ini tinggal finishing, di antaranya pemasangan lift. Setiap hari pihaknya juga memantau pengerjaan pembangunan pasar.

“Target penyelesaiannya sebenarnya 26 Desember 2018. Kami terus menggenjot pelaksana proyek supaya dapat segera selesai sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan,” katanya.

Diakui Fajar, dalam pengerjaan revitalisasi pasar tersebut ada kendala teknis. Tapi kontraktor sudah mengerahkan tenaga mencapai 100 orang lebih supaya pembanguan segera selesai.

Adapun bangunan Pasar Wonodri yang masih dalam proses penyelesaian terdiri ini atas tiga lantai. Anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk proyek revitalisasi Pasar Wonodri ini sebesar Rp 21 miliar. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.