Dewan: Ledakan Jumlah Penduduk Ancam Kota Semarang

Ancaman itu mulai dari masalah tingkat pendidikan rendah, pengangguran, kriminalitas, hingga kemiskinan.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang diminta mengantisipasi ancaman ledakan jumlah penduduk. Karena itu program pengendalian jumlah penduduk melalui penyuluhan keluarga berencana (KB) harus kembali digalakkan secara intensif kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kota Semarang, HM Rohaini mengatakan, penyuluhan keluarga berencana juga harus dilakukan dengan memperhatikan coverage wilayah atau jangkauan wilayah, dan coverage khalayak atau jangkauan kepada masyarakat. Supaya penyuluhan dapat berjalan dengan efektif.

Saat ini pertumbuhan jumlah penduduk, memperhatikan luas wilayah dengan jumlah penduduknya, sudah masuk kategori ancaman. Karena itu harus dibuat ada keseimbangan lagi antara pertumbuhan penduduk dengan luas wilayah.

‘’Dalam konteks covarage wilayah, mana yang pertumbuhan jumlah penduduknya sangat tinggi dan sangat padat. Di Kota Semarang contoh Pedurungan dengan Sendangmulyo, maka itu yang harus jadi prioritas atau fokus penyuluhan,’’ katanya, Jumat (19/7/2019).

Menurutnya, di Sedangmulyo petumbuhan jumlah penduduknya dalam setahun terakhir ini lebih dari 30 ribu. Jika pengendalian jumlah penduduknya melalui program KB jangkauannya dan pelayanannya lemah, maka pertumbuhan penduduknya akan semakin kuat atau semakin tinggi.

Petumbuhan penduduk yang semakin tinggi, lanjutnya, tentu berpotensi sebagai ancaman untuk Kota Semarang. Ancaman itu mulai dari masalah tingkat pendidikan yang rendah, pengangguran dan kriminalitas, kemiskinan dan lainnya.

Sedangkan untuk konteks covarage khalayak, HM Rohaini mengharapkan dalam program penyuluhan KB pemerintah melibatkan pihak swasta seperti Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM dan media.

‘’Karena jika tidak didukung oleh media, maka penyuluhan itu bukan tidak efektif, tapi kurang efektif. Maka sangat dibutuhkan mitra kerjasama,’’ tegasnya.

Disamping itu, tambahnya, juga harus memiliki bidan-bidan atau tenaga penyuluhan yang berkualitas dan berkompeten. Agar edukasi atau pendidikan pentingnya KB dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Serta harus ada duta-duta atau perwakilan-perwakilan dari masyarakat yang menjadi contoh pelaksanaan program KB. Perwakilan-perwakilan inilah yang nantinya akan mewakili menjadi agen perubahan bagi masyarakat di sekitarnya untuk kemudian bersama-sama mengendalikan jumlah penduduk. (duh)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.