Dewan Ingatkan Pemkot Banyak PR Serius belum Dikerjakan

Pemkot Semarang Janji 2019 Pasar Johar Selesai

Pembenahan pasar tradisional juga harus diperhatikan. Penataan tidak boleh setengah-setengah, adil, dan ada aspek pemberdayaan.

Anggota DPRD Kota Semarang, Hanik Khoiru Sholikah.
SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang diakui cukup berhasil dalam membangun kota selama tahun 2018. Banyak pembangunan dan pembenahan fasilitas umum yang dilakukan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

Namun, Pemkot Semarang dinilai masih banyak pekerjaan rumah atau PR yang harus dilakukan di 2019 ini. Bahkan tidak hanya di bidang infrastruktur, tapi juga di bidang perekonomian, sosial kemasyarakatan, dan lainnya yang harus dikerjakan oleh pemkot secara serius.

 

‘’Masih banyak hal cukup krusial yang harus dibenahi oleh pemerintah kota. Salah satunya terkait infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, khususnya peningkatan ekonomi di masyarakat,’’ kata Anggota DPRD Kota Semarang, Hanik Khoiru Sholikah, Kamis (3/1/2019).

 

Menurut Hanik, infrastruktur saat ini masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat seperti peningkatan jalan, penerangan jalan, dan lainnya. Banyak kondisi jalan yang dinilai masih rusak seperti berlubang, khususnya setelah terjadi hujan intensitas tinggi di wilayah Semarang.

 

Begitu pun juga penerangan jalan banyak yang dinilai masih kurang, terutama di wilayah-wilayah pinggiran. Kondisi jalan yang masih kurang ini diharapkan bisa diselesaikan di tahun 2019.

 

Selain infrastruktur jalan, pembenahan pasar tradisional juga diminta harus tetap diperhatikan oleh Pemkot Semarang. ’’Seperti Pasar Johar, dulu pemkot menjanjikan 2019 sudah selesai, harapannya ya harus sehingga tahun 2020 sudah dapat ditempati oleh pedagang. Apalagi pasar ini menyangkut perputaran ekonomi masyarakat,’’ jelasnya.

 

Kemudian, lanjut Hanik, pemkot juga masih harus terus melakukan dan menyelesaikan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Penataan tidak boleh setengah-setengah, adil, dan ada aspek pemberdayaan yang diberikan kepada PKL.

 

‘’Harus diberdayakan, diberikan tempat yang baik dan layak, dan di tata sedemikian rupa. Bila perlu dibuatkan regulasi yang tegas untuk penataan PKL,’’ tandasnya. (duh)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.