Dewan Desak Pemkot Cabut Izin PPAT yang Tak Taat Aturan

Pemkot Semarang harus lebih tegas untuk memberikan teguran bahkan pencabutan izin.

SEMARANG – Banyaknya Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang masih belum membayar pajak secara elektronik membuat pendapatan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dinilai belum maksimal. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang diminta bersikap lebih tegas.

Agung Budi Margono

 

Pemkot Semarang setahun terakhir telah mulai menerapkan sistem pembayaran BPTHB secara elektronik atau E-BPHTB. Dari jumlah keseluruhan sekitar ada 217 PPAT di Kota Semarang baru sekitar 160 yang sudah menerapkan pembayaran secara elektronik tersebut.

Pemkot Semarang pun telah berencana mewajibkan seluruh PPAT segera menggunakan E-BPHTB pada tahun ini. Namun, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, meminta Pemkot Semarang supaya lebih tegas. Ia meminta agar Pemkot tegas untuk memberikan teguran bahkan pencabutan izin.

‘’Karena ada Perda yang mewajibkan bagi objek pajak atau lembaga yang membantu urusan ini harus mengikuti aturan. Apakah nanti diberikan teguran, atau bahkan pencabutan izin kalau memang tidak mau membayar (secara elektronik),’’ kata Agung BM, Senin (15/4/2019).

Di sisi lain, dia juga meminta Pemkot Semarang untuk melakukan evaluasi. Apakah keengganan PPAT menerapkan sistem online itu karena sistemnya yang masih harus dibenahi, kekurangpercayaan PPAT kepada Pemkot, atau ada persoalan lain yang harus dibenahi.

‘’Perlu dilihat, karena banyak faktor, apakah karena sistemnya yang masih harus dibenahi, sehingga PPAT tidak mau mengikuti aturan. Atau ada persoalan-persoalan lain, misalnya masalah ketidaktaatan karena persoalan kepercayaan PPAT kepada Pemkot, itu harus dilihat persoalannya,’’ tegasnya.

Dia menegaskan lembaga yang menangani perpajakan di Pemkot Semarang yaitu Badan Pendapatan Daerah harus menjadi lembaga kuat. Kalau semua upaya memang sudah dilakukan tapi PPAT masih belum juga menerapkan E-BPHTB, maka perlu ada tindakan tegas. (duh)

Ucapan Lebaran 1440

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.