Denok Deblong Mencuri Panggung Karnaval Pembangunan Solo

Denok Deblong adalah tokoh Jawa yang dianggap mampu mengusir malapetaka

SOLO – Untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Solo menggelar Karnaval Pembangunan, Sabtu (18/8/2018). Karnaval yang digelar kedua kalinya tersebut menampilkan potensi daerah dari 51 Kelurahan di Kota Solo.

Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dari atas tank menyapa warga yang menyaksikan Karnaval Pembangunan Solo, Sabtu (18/8/2018). Foto: metrojateng.com

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo membuka dan melakukan start karnaval yang terpusat di depan Lapangan Sriwedari. Selain mengangkat potensi daerah masing-masing Kelurahan, karnaval tersebut juga diikuti oleh 150 seniman, di antaranya dari Sanggar Tari Moncar Iswara, Dedek Gamelan Orkestra, Artaxiad Gamelan Orkestra, pelajar dan beberapa istansi di Kota Solo.

Denok Deblong ikut memeriahkan Karnaval Pembangunan Solo. Foto: metrojateng.com

Dari ratusan peserta, terdapat satu tokoh yang menarik perhatian. Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Kecamatan Laweyan secara kompak melukis wajah mereka seperti tokoh Jawa yakni ‘Denok Deblong’. Bahkan, Camat Laweyan, Endang Sabar tak mau ketinggalan memoles wajah cantiknya dengan tokoh serupa. 

Menurutnya tokoh ‘Denok Deblong’ adalah tokoh Jawa yang dianggap mampu mengusir malapetaka pada setiap kegiatan. “Denok Deblong ini untuk mengusir aura jahat yang biasanya digunakan oleh masyarakat Jawa,” jelas Endang.

Selain tokoh ‘Denok Deblong, Karnaval Pembangunan ini juga dimeriahkan dengan replik perahu Rajamala dan tiga buah tank dari TNI Angkatan Darat untuk mengarak Wali Kota Solo dan wakilnya.

Replika perahu Rajamala ditampilkan dalam Karnaval Pembangunan Solo 2018. Foto: metrojateng.com

Wali Kota Hadi Rudyatmo dalam pidatonya meminta kepada seluruh masyarakat untuk turut serta menyukseskan pembangunan di Kota Solo.

Karnaval Pembangunan Solo tersebut berlangsung meriah. Masyarakat rela berpanas-panasan hanya untuk menunggu giliran peserta yang melintas di Jalan Slamet Riyadi.

Karnaval Pembangunan 2018 juga dimeriahkan dengan pementasan opera Adeging Nagari Republik Indonesia di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Solo. (MJ-25)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.