Demi Nasi Bungkus Wali, Anak-anak pun Rela Saling Jepit

image
Demi sebungkus nasi, ibu-ibu dan anak-anak rela terjepit berebutan dengan warga lainnya.

DEMI sebungkus nasi, ribuan  peziarah yang memadati makam Wali Joko di komplek Masjid Agung Kendal saling berebut dan dorong Jumat (24/07) siang. Meski belum selesai membacakan doa ribuan warga ini saling dorong dan berebut. Akibatnya, banyak ibu-ibu dan anak-anak yang terinjak-injak dan terjepit saat mengambil nasi bungkus.

Ibu-ibu dan anak-anak ini  terjepit saat ribuan peziarah berebut dan saling berdesakan saat meminta nasi bungkus yang disiapkan takmir Masjid Agung Kendal. Sebungkus nasi dengan lauk oseng-oseng dan telur ini sudah menjadi ritual tahunan memperingati Khaul Wali Joko dan Wali Hadi sang pendiri Masjid Agung Kendal.

Warga mengaku, rela berdesakan dan berebut nasi bungkus ini untuk mendapatkan berkah. Nasi bungkus akan dibawa pulang dan akan diberikan kepada keluarganya yang sakit/ serta berharap penyakitnya sembuh.

“Alhamdulillah meski sempat berebut tapi dapat nasi dengan mudah. Saya ke sini selain mendekatkan diri dengan Allah juga berharap bekah dari khaul ini,” kata Khomiyatun, warga Kendal.

Takmir masjid Agung Kendal KH Makmun Amin menjelaskan, wali Joko yang merupakan penyebar agama Islam di Kendal ini wafat 8 syawal. “Setiap tahun masjid agung Kendal menggelar khaul akbar yang diisi dengan tahlil serta pengajian umum,” ujarnya.

2.500 nasi bungkus yang disediakan takmir masjid habis dalam waktu kurang sepuluh menit. Selain dibawa pulang banyak juga peziarah yang menikmati nasi bungkus di halaman masjid  sambil menunggu waktu sholat Jumat. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.