Demam Berdarah Mulai Menyerang, Dinkes: Belum Terlalu Mengkhawatirkan

Meski warga di sejumlah wilayah di Kota Semarang mulai terserang demam berdarah, Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Semarang menanggapi santai. 

Nyamuk Aedes Aegepty.
SEMARANG – Penyakit demam berdarah dengue juga mulai menyerang sejumlah warga di Kecamatan Gunungpati, Semarang. Bahkan, Nilam Sari, seorang pengurus Posyandu Kampung Sumurejo RT 02/RW VI mendapati 13 warganya telah terkena demam berdarah sejak awal bulan ini.

 

“Terdapat tiga belas orang yang kena demam berdarah. Warga umumnya berobat ke Puskesmas Gunungpati, setelah didapati gejalanya baru dirujuk ke sejumlah rumah sakit,” kata Nilam kepada metrojateng.com, Kamis (10/1/2019).

 

Ia bilang kasus penularan penyakit DBD di lingkungan Kampung Sumurejo pada bulan ini cenderung lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya. Pasalnya ia menduga penularan DBD meningkat lantaran curah hujan cukup lebat terjadi sejak beberapa hari terakhir.

 

Ia mengatakan segala upaya sudah ditempuh warganya untuk meminimalisasi penularan DBD. Caranya, menggiatkan warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan pola 3 M atau menguras, menutup dan mengubur.

 

Pengurus Posyandu Sumurejo juga getol mengingatkan warga supaya meningkatkan kebersihan di setiap rumah.

 

“Posyandu sering mengadakan kegiatan 3 M dua pekan sekali. Cuma memang yang kurang dilakukan itu ya penyemprotan fogging untuk mengurangi jentik nyamuk di pekarangan rumah warga,” akunya.

 

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono saat dikonfirmasi terpisah, menilai kasus DBD yang muncul di Semarang belakangan ini belum terlalu mengkhawatirkan. Termasuk DBD yang menyerang warga Sumurejo Gunungpati.

 

Ia memprediksi DBD yang muncul baru sebatas gejala. Widoyono mengklaim kondisi itu belum mengarah ke penyakit yang serius.

 

“Kasusnya DBD di Semarang itu tergolong rendah. Kalau ada warga yang dirawat di Elisabeth mungkin itu tidak semuanya berasal dari Semarang.  Karena data yang kita punya selama kurun waktu 2018 kemarin saja, yang kena demam berdarah cuma empat orang dan seorang di antaranya meninggal,” tandasnya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.